Turunkan Angka Stunting, Pemkab Kuningan Libatkan TNI Sebagai Bapak Asuh

Turunkan Angka Stunting, Pemkab Kuningan Libatkan TNI Sebagai Bapak Asuh

Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH, Komandan Korem (Danrem) 063/SGJ Sunan Gunung Jati Cirebon Kolonel Inf Dany Rakca, Dandim 0615 Kuningan Letkol CZI David Nainggolan, bersama sama mendorong percepatan penanganan dan pencegahan stunting.-Ist-

KUNINGAN, RADAR KUNINGAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan memiliki program untuk menekan angka stunting. Untuk itu dilakukan kerjasama dengan anggota TNI.

Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), memperkenalkan Program Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Melalui Program Bapak Asuh Anak Stunting di Kabupaten Kuningan. Kerjasama Pemkab dengan TNI yang ada di Kabupaten Kuningan.

Kerja sama antara Pemda Kuningan dan TNI/ Kodim 0615 Kuningan ini guna mendorong percepatan penanganan dan pencegahan stunting.

Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH di GOR Ewangga Kuningan, Kamis 21 Juli 2022.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Komandan Korem (Danrem) 063/SGJ Sunan Gunung Jati Cirebon Kolonel Inf Dany Rakca, Dandim 0615 Kuningan Letkol CZI David Nainggolan, beserta tamu undangan.

BACA JUGA:Kerugian Mini Aula Balong Dalem Akibat Kebakaran, Ditaksir Rp93 juta

Danrem 063/SGJ Sunan Gunung Jati Cirebon Kolonel Inf Dany Rakca mengatakan, sudah mendapat perintah dari Kasad saat dikukuhkan menjadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting beberapa waktu lalu.

Dengan begitu, secara otomatis para Komandan Satuan Kewilayahan mulai dari Danrem, Kodim, Koramil hingga Babinsa jadi Bapak Asuh Anak Stunting di wilayahnya masing-masing.

“Keterlibatan TNI dalam persoalan stunting, karena persoalan stunting ini merupakan permasalahan bangsa yang pada akhirnya bermuara pada usaha menciptakan generasi Indonesia yang unggul, sehat dan berkualitas,” kata Dany.

Ditegaskan Dany, Program Bapak Asuh Stunting adalah program yang dibuat guna meningkatkan gizi pada anak-anak.

Tugas Program Bapak Asuh Stunting untuk memonitor anak yang mengalami masalah dalam tumbuh kembang dan akan secara langsung melakukan monitoring terhadap gizi anak asuhnya, melalui makanan sehat yang dibuat oleh tim pendamping keluarga (TPK)

BACA JUGA:Masyarakat Adat Cigugur Rayakan Seren Taun

"Program Bapak Asuh memiliki konsep, setiap donatur akan membantu anak-anak asuhnya yang terkena stunting dan berasal dari keluarga tidak mampu, berupa dana yang akan digunakan oleh TPK untuk membuat makanan yang sehat dengan gizi seimbang," kata Damrem.

Dengan kegiatan tersebut, target penurunan stunting 14 persen 2024 tercapai sesuai arahan Presiden Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: