Komplotan Pembalakan Liar di Hutan Gunung Ciremai Incar Pohon Bernilai Jual Tinggi

Komplotan Pembalakan Liar di Hutan Gunung Ciremai Incar Pohon Bernilai Jual Tinggi

Petugas gabungan berhasil menggagalkan aksi pembalakan liar yang terjadi di kawasan Hutan Tanam Nasional Gunung Ciremai.-Taman Nasional Gunung Ciremai-

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Petugas gabungan dari Koramil 1514/Pancalang dan Polisi Hutan (Polhut) Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), berhasil menggagalkan aksi pembalakan liar, Kamis 8 Januari 2026.

Penebangan pohon liar yang beraksi malam hari itu, menyasar sejumlah kayu dengan nilai jual tinggi di hutan Gunung Ciremai.

Pohon Sono Keling menjadi salah satu sasaran aksi pembalakan liar yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab tersebut.

Sebanyak 20 batang kayu pohon sono keling, tidak berhasil mereka bawa. Aksi tersebut keburu digagalkan Babinsa Koramil 1514/Pancalang Sertu Joko bersama Polhut TNGC.

Lokasi pembalakan terjadi di Blok Panjaroma Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, terjadi sekitar pukul 00.20 WIB. Wilayah tersebut merupakan kawasan Hutan TNGC.

BACA JUGA:Warga Binaan Lapas Kuningan Panen Perdana Selada Bokor

Upaya penggagalan pembalakan tersebut, berawal saat petugas melakukan patroli rutin pada Rabu (7/1/2026) pukul 14.30 WIB di Blok Cileutik Desa Singkup.

Pada saat patroli, tim melihat kendaraan truk yang mencurigakan berada di lokasi hutan.

Setelah melakukan pemeriksaan awal dan pemantauan dari kejauhan hingga pukul 22.00 WIB, tim mencari ke kawasan Hutan TNGC sejauh ±2 km dan menemukan truk tersebut pada pukul 00.20 WIB dini hari. 

Saat ditemukan, para pelaku dan supir melarikan diri. Tim tidak berhasil menangkap mereka karena kondisi malam yang gelap.

Personel yang terlibat dalam penggerebekan terdiri dari 1 orang dari Koramil 1514/Pancalang dan sembilan orang Polhut TNGC yang dipimpin oleh DPP Kepala Resort, Hamdan.

BACA JUGA:Truk Kayu Ilegal Disergap di TNGC Kuningan, Sopir Kabur ke Hutan Tinggalkan Puluhan Kayu Bernilai Tinggi

Adapun perlengkapan yang digunakan saat patroli, meliputi 2 senjata api stayer, golok, dan drone thermal milik Polhut TNGC.

"Dari hasil penyergapan yang kami lakukan berupa 1 unit truk dengan nomor polisi AA 8249 IF dan kayu Sono Keling berukuran medeling 1 meter sebanyak ±20 batang," ujar Sertu Joko.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: