Bisnis Masuk Kawasan Konservasi, KDM Semprot Pengelola TNGC Gunung Ciremai
Gubernur Dedi Mulyadi menyentil langsung Kementerian Kehutanan dan Balai TNGC, yang dinilai gagal menjalankan mandat utama: menjaga hutan, bukan menjualnya secara perlahan. (Istimewa)--
KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM– Isu lingkungan Gunung Ciremai kini berada di titik genting.
Dugaan alih fungsi lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memicu kemarahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), yang memastikan akan turun langsung ke Kabupaten Kuningan.
Bagi KDM, persoalan ini bukan sekadar pelanggaran izin. Ini adalah alarm keras tentang lemahnya pengawasan negara terhadap kawasan konservasi yang seharusnya steril dari kepentingan bisnis.
Kegeraman KDM mencuat setelah menerima laporan adanya belasan titik di kawasan TNGC yang diduga telah berubah fungsi.
BACA JUGA:Aneh Tapi Nyata! Saat Honorer Upah Rp1,5 Juta, Dilantik Jadi PPPK Turun Jadi Rp1 Juta
BACA JUGA:Drama Gagal Bayar Kuningan, Notulen Anggaran Dituntut Dibuka
Fakta ini terungkap dalam dialog internal yang ditayangkan di KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Senin (12/1).
Dalam video tersebut, KDM berdiskusi dengan Sekda Jawa Barat Herman Suryatman dan staf, membahas aksi demonstrasi warga Kuningan di Gedung Sate. Aksi itu menyoroti praktik yang dinilai menggerus marwah taman nasional.
“Ada belasan perizinan, Pak,” lapor staf kepada KDM.
Pernyataan singkat itu menjadi pemantik amarah gubernur. KDM tak menutup-nutupi kekecewaannya.
BACA JUGA:Penyakit Tungro Serang Petani Padi di Kuningan, Ini Langkah Diskatan
BACA JUGA:Transfer dari Pusat Batal, Pemkab Kuningan-DPRD Sepakat Jalankan Skema Pinjaman Daerah
Gubernur menyentil langsung Kementerian Kehutanan dan Balai TNGC, yang dinilai gagal menjalankan mandat utama: menjaga hutan, bukan menjualnya secara perlahan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
