Polemik Banjir Cirebon, Mantan Kalaks BPBD Kuningan: Air Tak Kenal Batas Wilayah
Mantan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, menilai narasi banjir kiriman sering lahir dari pemahaman yang terlalu sederhana. (Istimewa>--
KUNINGAN, RADARKUNINGAN,COM – Hujan baru saja turun beberapa hari terakhir, tetapi perdebatan lama kembali mengalir deras.
Istilah banjir kiriman lagi-lagi memenuhi ruang publik, terutama setelah muncul klaim bahwa genangan yang terjadi di Cirebon disebut-sebut berasal dari wilayah Kabupaten Kuningan.
Narasi ini bukan hal baru. Setiap musim hujan datang, frasa yang sama selalu muncul, cepat menyebar, dan kerap berujung pada saling tuding antarwilayah.
Di tengah hiruk-pikuk tersebut, satu pertanyaan mendasar mengemuka: apakah banjir benar-benar bisa disederhanakan hanya dengan menunjuk daerah hulu sebagai penyebabnya.
BACA JUGA:Lampu Merah Tugu Ikan Sampora Aktif, Berapa Detik Pengendara Tertahan?
BACA JUGA:Skema Pinjaman Daerah Pemkab Kuningan Jadi Polemik, Partai Golkar Angkat Bicara
Mantan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, menilai narasi banjir kiriman sering lahir dari pemahaman yang terlalu sederhana.
Secara geografis, ia tidak menampik bahwa sebagian daerah aliran sungai (DAS) yang mengalir ke Cirebon memang berhulu di Kuningan.
Namun, fakta tersebut kerap diperlakukan sebagai kesimpulan akhir setiap kali banjir terjadi di wilayah hilir.
“Logika ini terdengar mudah diterima, tetapi sesungguhnya menyesatkan jika berdiri sendiri,” ujar Agus.
BACA JUGA: Temukan Dapur MBG Kotor dan Ipal Bermasalah, Satgas Kuningan Ancam Tutup SPPG Bermasalah
BACA JUGA:Gowes 149 Km Lintas Jabar–Jateng, Menyusuri Jalan Mulus Era KDM hingga Tugu Tapal Batas Cibingbin
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
