Seleksi Direktur PDAU Kuningan Dibuka, Publik Diminta Awasi Prosesnya
ILUSTRASI. Kursi Direktur PDAU Kuningan kosong setelah Hj Heni Susilawati mengundurkan diri.-Dok-Radar Kuningan
KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan resmi membuka seleksi terbuka Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kuningan untuk periode 2026–2031.
Namun, di balik jargon transparansi dan profesionalisme, publik menaruh perhatian besar pada proses seleksi calon Direktur PDAU Kuningan kali ini.
Mengingat PDAU Kuningan memegang peran strategis dalam mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus kerap disorot soal kinerja BUMD.
Seleksi ini digelar menyusul kekosongan jabatan Direktur definitif PDAU Kuningan, setelah Hj Heni Susilawati mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur periode 2022–2027.
Kekosongan tersebut dinilai tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena berpotensi menghambat pengambilan keputusan strategis dan arah bisnis perusahaan daerah.
BACA JUGA:Jalan Menikung dan Licin, Sepeda Motor Terperosok di Jalan Desa Bunigeulis
BACA JUGA:Gara-Gara Lakukan Ini, Bupati Kuningan Diganjar Penghargaan Prestisius
Pemerintah Daerah Kuningan menilai, pengisian posisi direktur bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan menyangkut keberlangsungan dan kredibilitas pengelolaan BUMD di mata publik.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) yang juga Sekretaris Daerah Kuningan, Uu Kusmana, MSi, menyatakan bahwa seluruh tahapan seleksi akan dilaksanakan secara terbuka dan mengacu pada regulasi yang berlaku, yakni Peraturan Bupati Kuningan Nomor 35 Tahun 2020.
Menurutnya, aturan tersebut secara tegas mengatur mekanisme seleksi, termasuk skema perpanjangan pendaftaran apabila jumlah pelamar tidak memenuhi batas minimal.
"Jika pendaftar bakal calon direksi kurang dari tiga orang, Panitia Seleksi wajib memperpanjang masa pendaftaran satu kali dengan durasi maksimal tiga hari,” ujar Uu Kusmana, Senin 19 Januari 2026.
Meski demikian, pernyataan Pansel bahwa seleksi tetap dilanjutkan meski pendaftar kurang dari tiga orang memunculkan pertanyaan publik.
BACA JUGA:Calmara Cafe Desa Kaduela, Destinasi Travel Baru di Kaki Gunung Ciremai
BACA JUGA:Ketika Gen Z Diajak Dialog di Gedung DPRD Kuningan, Ini yang Terjadi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
