9 Jenis Bencana Berpotensi Mengintai Wilayah Cirebon, SIMAK!

9 Jenis Bencana Berpotensi Mengintai Wilayah Cirebon, SIMAK!

Sekretaris BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem di Februari mendatang, kemarin.-Samsul Huda-Radar Cirebon

CIREBON, RADARKUNINGAN.COM - Wilayah Cirebon dan sekitarnya, berpotensi terkena berbagai jenis bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan Ciayumajakuning.

Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon meminta masyarakat tidak perlu khawatir namun tetap harus waspada.

Dikatakan Sekretaris BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda, letak geografis Kabupaten Cirebon yang strategis di pesisir utara Jawa Barat menjadi salah satu faktor utama kerentanan bencana. 

"Dengan garis pantai sepanjang kurang lebih 54 kilometer dan luas wilayah mencapai 990,36 kilometer persegi,” ucap Syamsul Huda dikutip dari Harian Radar Cirebon, Kamis 22 Januari 2026.

Menurutnya, cakupan wilayah yang luas itu membuat potensi bencana alam selalu menjadi perhatian serius. Bahkan, terdapat sembilan potensi bencana yang harus diwaspadai. 

BACA JUGA:Berapa Bayar Zakat Fitrah Tahun 2026? Ini Kata Baznas Majalengka

BACA JUGA:Terjadi Selisih Debit Air Cukup Besar ke Indramayu, Warga Cikalahang Curiga Ada Permainan

Mulai dari banjir, tanah longsor, rob, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, letusan Gunung Ciremai, banjir bandang, hingga gempa bumi.

“Periode Januari tahun lalu hingga awal Januari tahun 2026 ini tercatat ada sekitar 160 kejadian bencana alam. Dampaknya dirasakan di hampir 40 kecamatan dan 151 desa,” paparnya. 

Ia mengungkapkan, bahwa banjir menjadi bencana paling merusak. Hingga akhir November tahun lalu ada sekitar 8.000 unit rumah terendam, empat rumah rusak berat, 100 rumah rusak ringan, serta 65 rumah ibadah mengalami kerusakan ringan. Tak kurang dari 20 ribu kepala keluarga dan lebih dari 50 ribu jiwa terdampak. 

"Banjir paling parah disebabkan kiriman air dari hulu dan sedimentasi Sungai Ciberes yang sudah sangat tinggi," ungkapnya.  

Prakiraan cuaca yang menyebutkan musim penghujan pertengahan Januari 2026 relatif landai, membuat masyarakat pun bisa sedikit lega. Meski demikian, BPBD Kabupaten Cirebon meminta masyarakat tetap waspada. 

BACA JUGA:Isu Sentralisasi Penyuluh Mencuat, Diskatan Kuningan Buka Suara

BACA JUGA:RTRW Kuningan Disorot, KONI Usulkan Kawasan Kuningan Sport Centre

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: