Kolaborasi BTNGC dan Desa Penyangga, Jadi Pilar Utama Pelestarian Gunung Ciremai

Kolaborasi BTNGC dan Desa Penyangga, Jadi Pilar Utama Pelestarian Gunung Ciremai

Pengendali Ekosistem Hutan Muda (PEH Muda) BTNGC, Idin Abidin, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman yang dilakukan masyarakat Desa Padabeunghar sejalan dengan kebutuhan rehabilitasi ekosistem di kawasan TNGC. (Bubud Sihabudin)--

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM – Upaya pelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) kian diperkuat melalui kolaborasi antara Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) dan masyarakat desa penyangga.

Sinergi ini dinilai menjadi benteng strategis dalam menjaga ekosistem hutan dari berbagai ancaman, mulai dari degradasi lingkungan hingga aktivitas ilegal di kawasan konservasi.

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut terwujud melalui dukungan BTNGC terhadap aktivitas Paguyuban Kelompok Tani Hutan (KTH) Silihwangi Majakuning.

Organisasi ini beranggotakan kelompok tani hutan dari desa-desa yang berbatasan langsung dengan kawasan kerja BTNGC.

BACA JUGA:Tim Monster Energy Yamaha MotoGP Memasuki Era V4, Launching Livery 2026 di Indonesia

BACA JUGA:Yamaha Luncurkan MAX Special Livery, Rayakan Perjalanan 25 Tahun MAX Hadir untuk Konsumen Global

Di antara kelompok yang aktif berkontribusi adalah KTH Rimba Mekar yang berbasis di Desa Padabeunghar, Kabupaten Kuningan.

Kelompok ini secara konsisten terlibat dalam menjaga kelestarian kawasan hutan Gunung Ciremai di sekitar wilayah tempat tinggal mereka.

Kehadiran masyarakat desa penyangga dinilai sangat krusial, terutama di tengah meningkatnya tantangan perlindungan hutan.

Seperti potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pencurian kayu, yang belakangan sempat menjadi perhatian publik di Kabupaten Kuningan.

BACA JUGA:Selamatkan Hutan Ciremai, KTH Rimba Mekar Tanam Ribuan Pohon Endemik

BACA JUGA:Telan Anggaran Rp6,5 Miliar, Sekolah Rakyat Majalengka Berdiri di Lahan 7 Hektare

Pengendali Ekosistem Hutan Muda (PEH Muda) BTNGC, Idin Abidin, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman yang dilakukan masyarakat Desa Padabeunghar sejalan dengan kebutuhan rehabilitasi ekosistem di kawasan TNGC.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan rehabilitasi bukan hal baru dan telah tercatat secara resmi dalam data BTNGC.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: