Dibagi Tiga Tahap, Pola Pembelajaran Madrasah di Cirebon Selama Ramadan

Dibagi Tiga Tahap, Pola Pembelajaran Madrasah di Cirebon Selama Ramadan

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Cirebon, H Jajang Badruzzaman mengungkap rencana pembelajaran madrasah selama Ramadan, kemarin-Khoirul Anwarudin-Radar Cirebon

CIREBON, RADARKUNINGAN.COM - Pola pembelajaran madrasah yang ada di CIREBON, dibagi menjadi tiga tahap selama Puasa Ramadan 1447 Hijriyah.

Perubahan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama Ramadan 2026 itu, dijelaskan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, H Jajang Badruzzaman.

H Jajang mengatakan, pola pembelajaran tersebut mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) Pembelajaran Ramadan yang diterbitkan Kementerian Agama.

Setelah sepekan libur cuti Imlek dan awal puasa, madrasah di Kabupaten Cirebon kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar perdana bulan Ramadan, Senin 23 Februari 2026.

Dijelaskan H Jajang, selama bulan suci Ramadan kegiatan belajar tidak difokuskan pada akademik, melainkan diarahkan pada penguatan spiritual dan karakter peserta didik.

BACA JUGA:SunmorJib YRFI Bandung 2026 Aktivitas Perdana Kepengurusan Baru, Eratkan Silaturahmi Jelang Ramadan

“Pembelajaran Ramadan bukan sekadar perubahan jadwal, tetapi diarahkan untuk menumbuhkan keimanan, kedisiplinan, akhlak, serta kepedulian sosial siswa,” ujar H Jajang dikutip dari Harian Radar Cirebon.

Dijelaskannya, dalam petunjuk teknis tersebut kegiatan dibagi dalam tiga tahap. Tahap awal berupa Tarhib Ramadan dengan penguatan relasi keluarga. 

Tahap kedua merupakan pembelajaran inti di madrasah melalui tadarus dan tahsin Alquran, pemahaman ayat, praktik ibadah, serta refleksi diri. 

Tahap ketiga, dilaksanakan menjelang Idul Fitri melalui implementasi nilai sosial seperti silaturahmi dan kegiatan kemasyarakatan.

Lebih lanjut, dijelaskan Jajang, di Kabupaten Cirebon setiap madrasah wajib melaksanakan salah satu model pembelajaran Ramadan, namun bentuknya dapat menyesuaikan kondisi sekolah.

BACA JUGA:Bupati Dian Pastikan TPP Januari 2026 ASN Kuningan Cair, Gaji ke-14 Aman

“Pelaksanaannya bisa model mukim seperti pesantren, bisa semi full day, full day, atau pembelajaran terintegrasi di sekolah. Tidak harus sama, yang penting tujuan pembentukan karakter tercapai,” katanya.

Ia menambahkan pembelajaran tidak diarahkan pada target kuantitatif seperti kewajiban khatam Alquran, melainkan pada kualitas pemahaman dan perubahan perilaku siswa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: