Kapolres Turun ke Lapangan: Salat Ied Warga Muhammadiyah Aman, Arus Balik Jadi Ujian Berikutnya

Kapolres Turun ke Lapangan: Salat Ied Warga Muhammadiyah Aman, Arus Balik Jadi Ujian Berikutnya

Kapolres Kuningan AKBP M Ali Akbar hadir di tengah pelaksanaan Salat Idul Fitri warga Muhammadiyah di Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Kuningan, Jumat (20/3), memastikan satu hal: ibadah berlangsung aman tanpa gangguan. (Istimewa(--

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM—Di saat sebagian aparat memilih memantau dari balik meja, Kapolres Kuningan AKBP M Ali Akbar justru turun langsung ke lapangan.

Kapolres hadir di tengah pelaksanaan Salat Idul Fitri warga Muhammadiyah di Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Kuningan, Jumat (20/3), memastikan satu hal: ibadah berlangsung aman tanpa gangguan.

Hasilnya? Relatif mulus. Jemaah tertib, kendaraan terkendali, dan suasana kondusif. Setidaknya, untuk momen itu, pengamanan berjalan sesuai harapan.

Namun pengamanan Lebaran jelas bukan perkara satu hari.

BACA JUGA:Misi Mulia PMI Kuningan: Dari Safari Donor Darah hingga Siaga Mudik Lebaran

BACA JUGA:‎Yamaha Members Ride Connection, Wujud Apresiasi Yamaha Terhadap Para Pelanggan Setianya

Kapolres menegaskan, fokus aparat tak berhenti pada pelaksanaan Salat Ied Muhammadiyah. Pengamanan dilanjutkan untuk pelaksanaan Idul Fitri versi pemerintah sehari setelahnya.

Personel disebar, titik rawan dipetakan, dan skenario disiapkan. Sebuah langkah yang terdengar sistematis—meski efektivitasnya baru akan benar-benar teruji di lapangan.

Di sisi lain, arus mudik di wilayah Kuningan masih terbilang landai. Belum ada lonjakan berarti, baik di jalur utama maupun kawasan perkotaan.

Tapi justru di titik inilah kewaspadaan diuji: saat kondisi terlihat tenang, potensi lengah kerap muncul.

BACA JUGA:Arus Mudik Kuningan 2026 Melonjak, 27 Ribu Kendaraan Masuk dalam Sehari

BACA JUGA:“Kado Ramadan” dari Kampus: PBI Uniku Sabet Akreditasi Tertinggi

Polres Kuningan tampaknya tak ingin kecolongan. Perhatian kini mulai bergeser ke arus balik—fase yang sering kali lebih padat, lebih kompleks, dan lebih berisiko.

Rekayasa lalu lintas disiapkan, personel tambahan disiagakan, terutama di titik-titik yang selama ini dikenal rawan kemacetan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: