PAD Kuningan Belum Maksimal, Lima OPD Jadi Sasaran Audit Inspektorat
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, U Kusmana, menjelaskan tentang audit tematik untuk mempercepat pencapaian target PAD.-Agus Phanter-Radar Kuningan
KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan terus mencari cara untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi memperkuat kemampuan keuangan daerah.
Salah satu langkah yang kini ditempuh adalah melakukan audit tematik terhadap lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki peran sebagai penghasil pendapatan.
Audit yang dilaksanakan oleh Inspektorat Kabupaten Kuningan tersebut bertujuan mengevaluasi capaian PAD, mengidentifikasi potensi pendapatan yang belum tergarap, sekaligus memperbaiki tata kelola agar penerimaan daerah dapat meningkat secara signifikan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, U Kusmana, menjelaskan audit tematik bukan hanya menjadi instrumen pengawasan, melainkan juga bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pencapaian target PAD.
Menurutnya, setiap perangkat daerah didorong menghadirkan inovasi dalam mengelola sumber-sumber pendapatan sesuai kewenangan masing-masing sehingga potensi yang selama ini belum dimanfaatkan dapat memberikan kontribusi terhadap kas daerah.
BACA JUGA:Pabrik Sepatu Hadir di Tiga Desa, Kades Dukuhdalem: Peluang Besar Dongkrak Ekonomi Warga
"Selain mengejar target yang telah ditetapkan, kami juga mendorong setiap SKPD menggali peluang-peluang baru agar PAD Kabupaten Kuningan terus meningkat," ujarnya, Selasa 24 Juni 2026.
Lima perangkat daerah yang menjadi objek audit tematik meliputi RSUD 45 Kuningan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperindag), serta Dinas Perhubungan (Dishub).
Selama dua hari, Inspektorat bersama TAPD dan seluruh OPD tersebut melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian pendapatan, hambatan yang dihadapi, hingga peluang peningkatan penerimaan daerah.
Evaluasi tidak hanya membahas angka pendapatan, tetapi juga mencakup sistem administrasi, pengelolaan sumber daya manusia, serta mekanisme pelayanan yang dinilai berpengaruh terhadap optimalisasi PAD.
Sekda menegaskan hasil audit harus menghasilkan perubahan nyata. Seluruh rekomendasi yang diberikan Inspektorat wajib segera ditindaklanjuti oleh masing-masing OPD agar mampu meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Ia berharap lima OPD yang menjadi objek audit mampu menjadi contoh dalam mengoptimalkan pengelolaan PAD sehingga target penerimaan daerah dapat tercapai.
BACA JUGA:Dulu TPP ASN Pemkab Kuningan Sering Nunggak Pembayaran, Kini Lancar Jaya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

