Pekan Terakhir Libur Sekolah dan MBG, Harga Ayam dan Telur Turun, Ketimun Melejit

Pekan Terakhir Libur Sekolah dan MBG, Harga Ayam dan Telur Turun, Ketimun Melejit

Petugas Pemantau Harga Diskopdagperin Kabupaten Kuningan, melakukan pengecekan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional.-Agus Phanter-Radar Kuningan

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM – Memasuki pekan terakhir libur sekolah sekaligus masih berhentinya sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kepuh, Kabupaten KUNINGAN, kembali menunjukkan tren penurunan. 

Komoditas yang mengalami penyesuaian harga di antaranya daging ayam broiler, telur ayam, minyak goreng, hingga beberapa jenis cabai.

Meski demikian, tidak semua bahan pangan mengalami penurunan. Ketimun justru menjadi komoditas yang mengalami kenaikan harga, didorong meningkatnya permintaan di pasar tradisional.

Petugas Pemantau Harga Diskopdagperin Kabupaten Kuningan, Arisman, menjelaskan bahwa kondisi tersebut cukup menguntungkan bagi masyarakat karena dapat membantu menekan pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan sehari-hari.

Saat ini, harga daging ayam broiler berada di kisaran Rp28.000 hingga Rp31.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi masih bertahan di Rp140.000 per kilogram, sedangkan daging kambing dijual Rp150.000 per kilogram.

BACA JUGA:Temuan BPK Rp3,6 Miliar, Uha Juhana: Saatnya Benahi Disdikbud Kuningan

BACA JUGA:Belanja Harian Makin Sat Set, Atta Halilintar dan Aurel Dukung Shopee Instant 1 ‎Jam Tiba

Untuk produk unggas lainnya, daging ayam fillet dipasarkan seharga Rp43.000 hingga Rp45.000 per kilogram, sedangkan ayam kampung dijual sekitar Rp65.000 per ekor.

Penurunan juga terjadi pada telur ayam ras yang kini berada di kisaran Rp23.000-Rp24.000 per kilogram. Adapun telur ayam kampung dijual Rp3.500 per butir, telur bebek Rp3.000 per butir, dan telur puyuh Rp45.000 per kilogram.

Harga Ketimun Naik karena Permintaan Meningkat

Di tengah turunnya sejumlah komoditas pangan, harga ketimun justru bergerak naik. Menurut Arisman, kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat.

"Ketimun mengalami kenaikan harga karena permintaan sedang tinggi. Saat ini dijual di kisaran Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram," ujarnya, Senin 6 Juli 2026.

BACA JUGA:Pembayaran Lahan Pabrik Sepatu di Kuningan Tembus Rp54 Miliar

BACA JUGA:PAD Anjlok, Belanja Pegawai Membengkak, Fraksi Amanat Restorasi Minta APBD Kuningan Dibenahi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: