Siswa SMP Kuningan Dihajar hingga 30 Jahitan, Bupati: Ini Kriminal

Siswa SMP Kuningan Dihajar hingga 30 Jahitan, Bupati: Ini Kriminal

Kekerasan pelajar Kuningan menimpa siswa SMPN 2 Jalaksana hingga mendapat 30 jahitan. Bupati Dian meminta kasus dikawal dan tidak berhenti di mediasi.-Agus Phanter-Radar Kuningan

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COMKasus kekerasan pelajar KUNINGAN yang menimpa Muhammad Nur Ramadhani (15), siswa kelas IX SMPN 2 Jalaksana, mendapat perhatian serius dari Bupati KUNINGAN Dr. H. Dian Rachmat Yanuar. 

Bupati menjenguk Rama, sapaan Muhammad Nur Ramadhani, di kediamannya di Desa Babakan Mulya, Kecamatan Jalaksana, Minggu (13/9/2026) malam.

Rama mengalami luka serius pada bagian kepala akibat penganiayaan yang terjadi di Objek Wisata Balong Dalem, Desa Babakan Mulya. Korban harus menjalani operasi dan mendapat sekitar 30 jahitan

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena kekerasan terhadap pelajar itu disebut berlangsung di hadapan teman-temannya.

Bupati Dian datang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan Dr. Elon Carlan. 

BACA JUGA:Kabar Baik! Jalan Mantaja-Japara Segera Disurvei Bina Marga Provinsi Jabar

BACA JUGA:Karnaval Budaya Kuningan, PAM Tirta Kamuning Bawa Solusi Air di Tengah Kemarau Panjang

Dalam kunjungan tersebut, Bupati berbincang dengan keluarga sekaligus memastikan kondisi korban setelah menjalani penanganan medis.

Bupati Dian: Bukan Lagi Kenakalan Remaja

Bupati Dian menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang dialami Rama. Menurut dia, tindakan kekerasan yang sampai menyebabkan seorang pelajar harus menjalani operasi tidak tepat apabila hanya dikategorikan sebagai kenakalan remaja.

Ia menilai dampak yang dialami korban menunjukkan bahwa persoalan tersebut harus ditangani secara serius.

“Operasi 30 jahitan itu bukan kenakalan remaja lagi. Ini jelas sudah masuk kriminal,” tegas Bupati Dian.

Bupati mengatakan kekerasan antarpelajar perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, persoalan semacam itu berpotensi berkembang menjadi masalah yang lebih besar apabila tidak mendapatkan penanganan secara serius.

“Ini fenomena gunung es. Kalau dibiarkan, akan terus seperti ini,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: