Revitalisasi Sekolah Kuningan Bawa Rezeki, Tukang Dibayar Rp150 Ribu

Revitalisasi Sekolah Kuningan Bawa Rezeki, Tukang Dibayar Rp150 Ribu

Revitalisasi sekolah Kuningan membuka pekerjaan bagi warga. Tukang mendapat Rp150 ribu dan laden Rp120 ribu per hari melalui sistem swakelola.-Agus Phanter-Radar Kuningan

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Program revitalisasi sekolah dasar di Kabupaten KUNINGAN yang berlangsung pada 2026 turut membuka sumber penghasilan bagi warga sekitar. 

Melalui sistem swakelola, masyarakat dilibatkan dalam pengerjaan rehabilitasi sekolah dan mendapatkan upah sesuai pekerjaan yang dilakukan.

Program revitalisasi sekolah tersebut memiliki nilai yang mendekati Rp100 miliar. Perputaran anggaran itu turut dirasakan masyarakat, terutama mereka yang bekerja sebagai tenaga bangunan di sekolah penerima program.

Besaran upah pekerja juga telah ditetapkan. Tukang memperoleh Rp150.000 per hari, sedangkan pekerja laden dibayar Rp120 ribu per hari. Pembayaran dilakukan tim swakelola setiap Kamis.

Kondisi tersebut dirasakan Ori dan Toto Taufik, tukang yang sedang mengerjakan rehabilitasi bangunan SDN Singkup, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan. Uking dan Abel juga bekerja dalam proyek tersebut sebagai laden.

BACA JUGA:LOBB 2026 Kuningan: 31 Tim Berebut Tiket ke Bandung

BACA JUGA:Tahun 2027, 386 SD Kuningan Dapat Bantuan Revitalisasi, Kepala SDN 2 Sangkanerang: Semoga Sekolah Kami Direhab

Bagi mereka, keberadaan proyek revitalisasi sekolah menjadi kesempatan untuk mendapatkan penghasilan di tengah kondisi ekonomi yang dirasakan sulit.

"Adanya rehab sekolah di desa ini, membuat kami mendapatkan pekerjaan yang upahnya cukup lumayan ditengah sulitnya ekonomi saat ini. Sebagai tukang, saya diberi upah Rp150 ribu. Setiap hari Kamis, saya menerima upah sebesar Rp900 untuk 6 hari kerja," tutur Ori dan Taufik, Sabtu 19 September 2026.

Upah Laden Rp120 Ribu Sehari

Pekerjaan rehabilitasi sekolah juga memberikan penghasilan bagi warga yang bekerja sebagai laden. Salah satunya Uking yang mengaku bersyukur bisa memperoleh penghasilan dari proyek tersebut.

Selama bekerja, para pekerja tidak mendapatkan jatah makan maupun camilan. Namun, pihak sekolah masih memberikan beberapa bungkus kopi sashet dan sedikit makanan ringan.

BACA JUGA:Saat Air Sulit Didapat, Polres Kuningan Datang Bawa Bantuan

BACA JUGA:Konsisten Jaga DNA Racing, Yamaha Dirt Bike Experience Asah Skill Awak Media Bareng WR155 R dan YZ125X

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: