Demo Tolak Geothermal Ciremai Ricuh, Massa Jebol Barikade Pendopo Bupati
Bupati Kuningan dialog bersama perwakilan peserta aksi di sela demo menolak rencana proyek geothermal di kawasan Gunung Ciremai.-Agus Phanter-Radar Kuningan
KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Penolakan terhadap rencana proyek geothermal di kawasan Gunung Ciremai memanas, Senin 5 Oktober 2026.
Ratusan mahasiswa maupun aktivis lingkungan baik dari Kuningan dan Cirebon menggeruduk Pendopo Bupati Kuningan. Mereka menuntut pemerintah daerah bersikap tegas menolak proyek panas bumi tersebut.
Aksi yang awalnya berlangsung dengan orasi di depan Pendopo Kuningan, berubah tegang setelah massa mendesak Bupati Kuningan turun langsung menemui mereka.
Sekitar pukul 11.25 WIB, massa yang datang membawa mobil komando dan sejumlah spanduk penolakan terhadap geothermal Gunung Ciremai mulai menyampaikan tuntutan.
Mereka meminta Pemda Kuningan tidak sekadar menjadi penonton, jika benar pemerintah pusat tengah memproses pelelangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di kawasan tersebut.
BACA JUGA:Kuningan Tak Mendapat DAK Jalan 2027, Perbaikan Infrastruktur Jalan Terancam
BACA JUGA:Panas Bumi Gunung Ciremai Ditolak, Mahasiswa Demo di Pendopo Kuningan
Ketegangan pecah setelah hampir satu jam berorasi. Kehadiran Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuningan, Usep Sumirat sebagai perwakilan pemda dinilai belum menjawab tuntutan massa.
Sebab tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan mengenai penolakan proyek tersebut.
Desakan agar Bupati hadir semakin keras. Massa kemudian menekan barikade aparat kepolisian dan Satpol PP yang berjaga di pintu utama pendopo. Aksi saling dorong tak terhindarkan hingga barikade akhirnya jebol.
Ratusan demonstran pun merangsek masuk ke halaman dan teras Pendopo Bupati Kuningan. Koordinator aksi, Ismah Winartono menyebut, demonstrasi tersebut merupakan puncak keresahan masyarakat terhadap isu eksploitasi panas bumi di kawasan Ciremai.
Menurutnya, geothermal tidak boleh hanya dilihat dari sisi investasi dan energi, tetapi juga harus mempertimbangkan keselamatan ekologis serta keberlanjutan sumber air dan pertanian masyarakat.
BACA JUGA:Jalan Garatengah-Timbang Kuningan Direhabilitasi 2027, KDM Siapkan Rp18 Miliar
BACA JUGA:Debat Capres-Cawapres Mahasiswa UNISA Kuningan Digelar di KPU
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

