Kebakaran Kandang Ayam di Kuningan, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

Kebakaran Kandang Ayam di Kuningan, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

UPT Damkar Kuningan berusaha memadamkan api yang membakar peternakan ayam di Desa Cikandang Luragung.-Agus Phanter-Radar Kuningan

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Kebakaran melanda bangunan peternakan ayam pedaging di Desa Cikandang, Kecamatan Luragung, Kabupaten KUNINGAN, Senin (19/10/2026). 

Insiden yang diduga dipicu kebocoran gas LPG tersebut, menghanguskan sebuah bangunan semi permanen beserta sejumlah kendaraan dan peralatan peternakan.

Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 12.50 WIB. Saat itu, Armadi (47), petugas keamanan yang tengah berjaga di gerbang peternakan, mendengar teriakan kebakaran dari sejumlah karyawan.

"Ketika memeriksa sumber suara, saksi mendapati salah satu bangunan semi permanen sudah dilalap api. Kemudian bersama beberapa karyawan, berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) CO₂ berkapasitas 3 kilogram," ungkapnya.

Namun, lanjutnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena api telanjur membesar. Menyadari api semakin sulit dikendalikan, petugas keamanan kemudian menghubungi Call Center UPT Pemadam Kebakaran Kuningan untuk meminta bantuan.

BACA JUGA:Pria Asal Cirebon Ditemukan Tergeletak di Hutan TNGC Kuningan, Polisi Lakukan Penyelidikan

BACA JUGA:Desk Ketenagakerjaan Polres Diresmikan, Polri Fasilitasi Hak Buruh Rp70,28 Miliar

"Menerima laporan tersebut, kami menerjunkan enam personel, dua staf tata usaha, serta satu unit kendaraan operasional. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar dua jam dengan dukungan anggota Polsek Luragung, Koramil Luragung, aparat Desa Cikandang, petugas PLN, dan karyawan peternakan," sebutnya.

Dia menceritakan, berdasarkan pengumpulan keterangan di lokasi kejadian, kebakaran diduga bermula dari kebocoran tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram yang kemudian tersambar percikan api dari kompor gas. Api selanjutnya merambat dengan cepat ke material mudah terbakar di sekitarnya hingga membakar bangunan.

"Akibat kejadian tersebut, bangunan berukuran 4 x 10 meter atau seluas 40 meter persegi mengalami kebakaran. Sejumlah barang turut terdampak di antaranya empat unit sepeda motor, enam unit APAR CO₂, dua tabung LPG berkapasitas 50 kilogram, satu unit kompor gas, serta satu set obat-obatan ayam," bebernya.

Dia menyebutkan, estimasi kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai sekitar Rp93 juta. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

BACA JUGA:SDN 3 Cihirup Ambruk Usai Direhab 2025, Wali Murid Kompak Bersihkan Puing

BACA JUGA:Air Waduk Darma Kuningan Surut, Daratan Makin Meluas

Dalam penanganan insiden tersebut, petugas menghadapi kendala jarak lokasi yang cukup jauh dari markas komando. Waktu tempuh menuju tempat kejadian perkara diperkirakan mencapai 45 menit.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: