"Dari laporan Karang Taruna semalam, 11 titik ini dimulai dari gerbang batas Desa Karangbaru. Di sekitar gerbang ada 3 titik uyah badag. Jarak antar titik sekitar 4 meter. Kemudian di Mushola Al Hidayah, dekat pemakaman umum, sekitar Sekolah Dasar, dan titik terbanyak di sekeliling balai desa," terang Hari.
Sebaran garam mistis ini berada di 2 dusun. Yaitu Dusun A dan Dusun B. Sedangkan di Dusun C dan D, pemuda tidak menemukan taburan garam.
"Kalau air beraroma melati diduga disebar dari botol bekas air mineral yang dilubangi. Benda ini sudah ditemukan pemuda," jelasnya.
BACA JUGA:Bukan Luragung dan Ciawigebang, Ini 5 Desa TERKAYA di Kuningan dari Penerimaan Dana Desa
BACA JUGA:Imbas Pembangunan Jalan Lingkar Timur Selatan, 15 Rumah Bakal Tergusur
Untuk mengusut motif penyebaran garam mistis ini, para pemuda Karangbaru juga berusaha mencari tahu ke 'orang pintar' atau sesepuh.
Pihaknya ingin mengetahui motif dan tujuan dari pihak penyebar sehingga membuat warga resah.
"Dari penjelasan sesepuh, biasanya garam yang disebar seperti itu untuk tujuan meredam, membuat siapapun yang melewatinya patuh. Tapi ini baru pendapat. Benar tidaknya, saya tidak dapat memastikan," ujar Hari, Minggu 5 Februari 2023.*