Sekarang, dia jadi pemilik Persis Solo, bersama dengan Kaesang Pangarep sebagai CEO-nya.
Selain sepak bola, Erick juga aktif di beberapa olahraga lain. Dia pernah jadi pemilik saham klub NBA, Philadelphia 76ers.
Erick juga hingga kini masih jadi pemilik salah satu klub Indonesia Basketball League, Satria Muda Jakarta.
Erick juga sempat menjadi Ketua Umum Perbasi pada 2006 hingga 2010.
Pria kelahiran 1970 itu juga sempat menjadi Chef de Mission (CdM) Indonesia dalam Olimpiade London 2012. Erick juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Pada 2018, Erick mendapatkan kepercayaan untuk jadi Ketua Panitia Pelaksana Asian Games (INASGOC).
Ajang ini berakhir sukses, yang membuat Indonesia punya keberanian mengajukan diri sebagai tuan rumah Olimpiade.
Erick juga tercatat sebagai anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC) sejak 2019.
BACA JUGA:Inilah, Profil Frank Wormuth, Konsultan Timnas U-17 yang Ditunjuk PSSI
Pengalaman berlimpahnya di bidang olahraga di luar sepak bola ini juga menjadikannya sosok yang sudah kenyang pengalaman.
Kini, Erick harus membuktikan janjinya setelah resmi jadi Ketum PSSI.
Sejak awal, Erick berkampanye untuk memberantas tangan-tangan kotor di sepak bola Indonesia, demi kemajuan sepak bola Indonesia ke depannya."Jadi, kami harus bongkar-bongkar untuk perbaikan masa depan sepakbola nasional.
Kami harus memastikan ke depan jangan ada tangan-tangan kotor di sepakbola Indonesia, harus perbaiki ini," kata Erick. Semoga bermanfaat ya.