"Selain puasa, lebaran, sehari harinya ya sedikit, paling seratus dua ratus," tambah Eli.
BACA JUGA:Kembali, Pohon Tumbang Menimpa Rumah Akibat Angin Kencang
BACA JUGA:Lebaran 2025, PDIP Kuningan Sebar 3.700 Paket Sembako
Disinggung mengenai kemahiran mengayam daun kelapa, Eli mengaku sudah menggelutinya sejak dirinya masih muda.
Dirinya berharap, pengrajin sepertinya dapat diperhatikan pemerintah daerah untuk masuk ke kategori UMKM.
Lantaran, urung ketupat di wilayahnya sudah dikenal sampai ke luar Kuningan dengan nama 'Ketupat Winduhaji'
"Harapannya diperhatiin sama Pemerintah ya, belum pernah ada yang ke sini," harap Eli.
BACA JUGA:Jelang Lebaran 2025, Stok LPG dan BBM di Kuningan Aman
BACA JUGA:Catat! Kelapa Sawit Tidak Diizinkan Ditanam di Kuningan
Selain ada perhatian pemerintah terhadap usahanya, Eli mengaku tidak pernah merasakan bantuan tunai maupun non tunai dari pemerintah.
"Bansos beras yang sepuluh kilo kan suka ada, katanya dari pemerintah, belum pernah dapat dari dulu juga. Kemarin saja sekali tapi nggak tau dari siapa," imbuh Eli.