Di Indramayu, Bisa Tukar Sampah dengan Telur Ayam

Rabu 24-09-2025,16:42 WIB
Reporter : Anang Syahroni
Editor : Asep Kurnia

"Misalnya dapat Rp15.000 dari sampah, harga telur Rp27.000/kg, jadi warga dapat setengah kilo lebih," jelas Matori.

Ditambahkan Matori, usaha pengolahan sampah yang dilakukan oleh kelompoknya, dimulainya sejak tahun 2016 silam.

BACA JUGA:Nasib Pegawai Kemenag Setelah Urusan Haji dan Umrah Ditangani Kementerian Lain

"Sejak tahun 2016, awalnya kami hanya mendirikan bank sampah bernama Widara, sesuai ikon Desa Balongan yang banyak ditumbuhi pohon widara. Kegiatannya hanya mengumpulkan dan memilah sampah untuk dijual,” ujar Matori saat ditemui di lokasi, kemarin.

Seiring waktu, kegiatan bank sampah ini terus berkembang. Pada 2019, Bank Sampah Widara resmi bermetamorfosis menjadi Bank Sampah Wiralodra.

Sejak saat itu, mulai mengembangkan pengolahan sampah organik menjadi pakan maggot terintegrasi dengan peternakan ayam petelur. Kini, setiap minggu mereka mampu mengolah hingga 80 kilogram sampah organik.

Meski sukses mengelola sampah organik, Matori mengakui bahwa pengolahan sampah plastik sempat menjadi tantangan. 

Sampah plastik hanya dikumpulkan dan dijual ke pengepul, sehingga keuntungan yang didapat tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan.

Namun, sejak 2023, kondisi ini berubah. Bank Sampah Wiralodra menjadi mitra binaan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU VI Balongan, melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). 

Mereka mendapatkan pelatihan mengolah sampah plastik menjadi lempengan padat dengan alat solidifikasi plastik, hingga pelatihan memproduksi berbagai kerajinan seperti plakat, gantungan kunci, tempat tisu, hingga furnitur.

"Dulu maggot hanya dijual ke pedagang. Sejak 2023, kami integrasikan dengan peternakan ayam petelur sebagai pakan tambahan. Sekarang, plastik pun bisa kami olah jadi produk bernilai tinggi," jelas Matori.

Kini, Bank Sampah Wiralodra tidak hanya mengolah sampah, tapi juga berkontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan. 

Plastik, yang secara alami bisa terurai dalam puluhan hingga ratusan tahun, kini didaur ulang menjadi barang ekonomis dan ramah lingkungan.

Data menunjukkan, produksi sampah di Provinsi Jawa Barat pada 2024 mencapai 25.333 ton per hari, sementara Kabupaten Indramayu menyumbang lebih dari 200 ton per hari. Jenis sampah terbanyak adalah sisa makanan dan sampah plastik.

"Sampah makanan kami olah untuk pakan maggot, plastik kami ubah jadi souvenir hingga furniture. Alhamdulillah, sekarang hasilnya sudah sangat terasa," tambah Matori.

Produk suvenir buatan Wiralodra dibanderol mulai dari Rp15.000 hingga Rp2.000.000 per item, sementara furniture seperti satu set meja dan kursi dijual antara Rp3.000.000 hingga Rp4.000.000 per paket.

Kategori :