Angka perceraian tertinggi ketiga adalah Kabupaten Bogor dengan 7.376 kasus, dengan 32.136 pernikahan pada 2023.
Penyebabnya pun beragam, dari mulai pernikahan usia dini yang masih tinggi, perekonomian, perselingkuhan, sampai masalah sosial dan budaya.
Data BPS pada tahun 2024, jumlah perceraian di Jawa Barat tercatat 33,26 ribu kasus. Untuk data terakhir ini, jumlah perceraian mengalami penurunan.
Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) yakni di angka 13 persen.
BACA JUGA:Car Free Day Pertama Skala Desa di Kuningan Ada di Wilayah Ini, Diramaikan Kesenian Tradisional
Secara historis, turunnya jumlah perceraian tahun ini terlihat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Provinsi Jawa Barat pernah mencatatkan pertumbuhan tertinggi hingga di atas 124,9% yang terjadi pada tahun 2021. Sedangkan pertumbuhan terendahnya pernah terjadi pada 2020 di angka -54.85%.
Dibandingkan dengan 34 provinsi lainnya, data terbaru yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik pada Desember 2024, menempatkan provinsi Jawa Barat di urutan dua nasional.
Untuk Kota atau Kabupaten dengan angka perceraian paling rendah, terjadi di Kota Banjar dengan jumlah 619 pada tahun 2024. Di tahun yang sama terjadi 1.436 pasangan menikah.