"Banyak sekali yang kami pertanyakan. Kenapa? karena kami bingung, uangnya kemana,” katan Dedi Rasmadi, dikutip dari laman InilahKuningan.
Dedi Rasmadi yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cihideung Hilir menambahkan, banyak fakta mengejutkan selama audiensi berlangsung.
Disebutkannya, fakta mengejutkan dalam audiensi tersebut, ternyata honor ibu-ibu Posyandu belum dibayarkan selama 7 bulan.
Padahal menurut Dedi, honor yang diterima para penggerak Posyandu, nilainya tidak seberapa namun sangat berharga bagi beberapa kalangan.
"Kasihan. Bagi ibu-ibu desa uang honor itu berharga sekali," ucapnya
BACA JUGA:Janda Baru di Kuningan Bertambah, Tahun 2025 Tercatat 1.329 Orang
BACA JUGA:3.000 Pasangan di Kabupaten Kuningan Bercerai Setiap Tahun
Diakui Dedi, banyak indikasi-indikasi yang berhasil ditemukan BPD sejak dilakukan monitoring yang berlangsung sejak Agustus 2025 lalu.
Namun berbagai indikasi tersebut, masih berstatus praduga tak bersalah, pihak BPD masih belum berani untuk mengungkapkan ke hadapan publik.
"Kita tunggu sampai Desember 2025, ada 2 bulan lagi sampai akhir tahun. Kalau tidak dikerjakan kepala desa kita akan buka semuanya," ancam Dedi Rasmadi.