Sementara posisi Kabid Kebudayaan kini diisi Funny Amalia Saruli, menggantikan Rio Anto Permana Saputra.
Namun, perubahan paling berdampak datang dari penunjukan Surya sebagai Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar.
BACA JUGA:Daftar Nama Pejabat Kuningan yang Terkena Mutasi Awal Tahun 2026.
BACA JUGA:KSPSI Kuningan Buka Posko Pengaduan Pekerja, Kawal Pelaksanaan UMK 2026
Keputusan ini bukan hanya soal promosi individu, tetapi menjadi pemicu pergeseran masif jabatan lain di internal Disdikbud.
Akibat masuknya Surya, Rizal Arif Gunawan harus meninggalkan pos lamanya dan berpindah menjadi Kabid Pembinaan SMP, menggantikan Abidin.
Abidin sendiri kemudian digeser menjadi Kabid Tenaga Kependidikan, posisi yang sebelumnya dipegang Pipin Mansur Aripin.
Pipin justru menjadi salah satu pejabat yang diuntungkan. Ia mendapatkan promosi ke Eselon IIIA sebagai Sekretaris Disdikbud, menggantikan Rusmiadi.
BACA JUGA:Mutasi Besar Awal 2026, Emi Martini dan Fahmi Promosi Jadi Wakil Direktur di RSUD 45 Kuningan
BACA JUGA:Rotasi Besar-Besaran Terjadi di Lingkungan Setda Kuningan
Namun promosi Pipin membawa konsekuensi besar. Rusmiadi terpaksa keluar dari Disdikbud, bukan karena kinerja, melainkan karena keterbatasan struktur jabatan setara Eselon IIIA di instansi tersebut.
Rusmiadi akhirnya dilantik sebagai Camat Ciwaru. Secara administratif, jabatan ini setara. Namun secara politis dan strategis, mutasi ini memantik tafsir beragam.
Di satu sisi, Rusmiadi bukan sosok baru di dunia kecamatan karena pernah menjabat camat sebelumnya.
Di sisi lain, mutasi ini mempertegas realitas mutasi Eselon III Pemkab Kuningan: ketika kursi elite terbatas, selalu ada pejabat yang harus keluar dari lingkaran strategis.
BACA JUGA:Banyak SMP di Kuningan Tidak Akui Ijazah Madrasah Diniyah, Guru Ngaji Mengadu
BACA JUGA:Nama Surya Bersinar di Mutasi Eselon III Pemkab Kuningan, Geser Rizal Arif Gunawan