Baru Selesai Dibangun, Rumah Pulung Rusak Tertimpa Pohon

Senin 26-01-2026,16:27 WIB
Reporter : Asep Kurnia
Editor : Asep Kurnia

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Nasib apes dialami Pulung (78), seorang pria lanjut usia (Lansia) di Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, mendapat musibah yang tidak disangka-sangka.

Tempat tinggal Pulung yang baru saja selesai dibangun, rusak tertimpa pohon yang roboh akibat hempasan angin kencang.

Rumah Pulung yang baru saja dibangun melalui bantuan dana pemerintahan desa setempat, rusak parah setelah tertimpa pohon tumbang.

Musibah angin kencang ini menorehkan duka bagi Pulung, kondisi ekonomi yang kurang mampu kembali mendapat ujian dengan rusaknya rumah yang baru saja dibangun dari program bantuan dana desa.

Tak hanya rumah Pulung, pohon tumbang akibat hujan deras yang disertai angin kecang itu, juga merusakan bangunan pendidikan keagamaan dan sekolah madrasah.

BACA JUGA:Polisi Gencar Lakukan Patroli Malam di Kabupaten Cirebon

BACA JUGA:PSI Kuningan Ikut Panaskan Konsolidasi Nasional Jelang Rakernas di Makassar

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, Indra Bayu Permana, membenarkan kerusakan yang terjadi. 

"Angin kencang yang terjadi menyebabkan sejumlah pohon tumbang, dan menimpa bangunan warga serta fasilitas pendidikan,” ujar Indra Bayu, Sabtu 24 Januari 2026.

Salah satu dampak paling memprihatinkan, sambung Indra, dialami warga bernama Pulung yang tinggal seorang diri. 

Rumah miliknya tertimpa beberapa pohon besar, di antaranya pohon kelapa setinggi sekitar 15 meter, pohon kulur 12 meter, salam 4 meter, melinjo 5 meter, dan nangka 5 meter, dengan rata-rata diameter mencapai 50 sentimeter.

Akibatnya, atap rumah berbahan baja ringan dan asbes ambruk dan merusak dua kamar berukuran 3x8 meter. 

BACA JUGA:Jadi Kado Spesial di Awal Tahun, Yamaha Resmi Jual Skutik Premium TMAX di Indonesia

BACA JUGA:Ruang Pintar PNM di Mundu Pesisir Kembali Terima Bantuan, Anak-Anak Makin Antusias Belajar

Ironisnya, rumah tersebut baru saja dibangun pada Agustus 2025 melalui bantuan pemerintah desa karena korban tergolong warga kurang mampu.

Kategori :