Bupati Majalengka Keluarkan SK Kesiapsiagaan Bencana Hingga April 2026

Rabu 28-01-2026,14:35 WIB
Reporter : Ono Cahyono
Editor : Asep Kurnia

"Cuaca ekstrem dalam beberapa pekan terakhir memang sangat luar biasa. Di wilayah selatan terjadi longsor, namun skalanya kecil. Sementara di wilayah utara terjadi banjir, tetapi jika dibandingkan dengan tahun lalu, tidak sedahsyat sebelumnya,” kata Bupati Eman.

Bupati juga memantau langsung kondisi di sejumlah wilayah terdampak bencana, di antaranya Kertajati, Jatitujuh, Ligung, hingga Sumberjaya. Meski terjadi kenaikan muka air dan luapan sungai, dampaknya dinilai masih relatif terkendali.

Menurut dia, tanaman pertanian tidak terdampak signifikan dan genangan air umumnya surut dalam waktu satu hari. Limpasan air sebagian besar berasal dari sungai yang menerima pasokan hujan dengan intensitas tinggi, frekuensi rapat, dan durasi panjang.

Bahkan, sempat muncul peringatan di Bendung Rentang, Kecamatan Jatitujuh, ketika debit air melampaui ambang batas. Namun, kondisi tersebut masih dapat dikendalikan.

BACA JUGA:Kepala SPPG di Kuningan Terima Gaji Rp6 Juta per Bulan, Jauh di Atas UMK

BACA JUGA:MBG Kuningan: 433 Ribu Penerima Manfaat, 6.518 Tenaga Kerja Terserap

Sebagai langkah mitigasi, Bupati Eman menginstruksikan seluruh jajaran, khususnya para camat dan kepala perangkat daerah, untuk tetap siaga dan tidak meninggalkan wilayah tugasnya.

Pemantauan lingkungan diminta dilakukan secara intensif, disertai pelaporan cepat melalui jalur komunikasi resmi.

"Ketika ada sesuatu, kita bisa cepat melakukan mitigasi melalui BPBD, Dinas Sosial, dan unsur lainnya untuk turun langsung ke lapangan,” ujarnya.

Di tengah kondisi cuaca yang masih mengkhawatirkan berdasarkan prakiraan BMKG, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik.

"Doa dan kewaspadaan menjadi pagar terakhir agar Kabupaten Majalengka tetap aman, warganya tetap nyaman, dan dampak bencana alam bisa diminimalkan,” tandasnya. (ono)

Kategori :