Dirinya menyaksikan langsung hasil panen melon di Kebun Melon Smart Farming Tanami, Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokanbunder, belum lama ini.
“Saya menangkap bahwa APEMI ini, yang sudah berkoordinasi dengan kami, para penggeraknya adalah pemuda pelopor,” ujar Runita.
BACA JUGA:Paguyuban Silihwangi Majakuning Bantah Pelaku Penyadapan Getah Pinus
Runita menjelaskan, Bidang Kepemudaan Dispara tidak hanya berfokus pada kegiatan kepemudaan, tetapi juga pada pengembangan ekonomi kreatif.
Karena itu, pihaknya menyambut baik kerja sama antara APEMI, TIKA, dan Kementerian Desa (Kemendes) dalam pengembangan budidaya melon yang digerakkan para petani muda.
“Sebagai bentuk dukungan Pemkab Indramayu, kami akan melakukan koordinasi lintas sektoral, seperti dengan DKPP, DPMD, dan Disnaker, karena ini berkaitan dengan kepemudaan. Kami berharap kerja sama ini dapat memaksimalkan peran pemuda di sektor pertanian,” ujarnya.
Terpisah, Ketua APEMI, Riyan Rudiyana mengatakan, perkembangan pertanian melon, khususnya sistem hidroponik, saat ini menunjukkan tren positif.
Melon yang dibudidayakan merupakan jenis premium dengan harga tinggi di pasaran, berbeda dengan melon lokal yang cenderung fluktuatif.
“Saat ini permintaan cukup tinggi, sekitar 5 sampai 6 kuintal per minggu untuk pasar Bandung dan Jakarta,” ujarnya.
Permintaan juga datang dari sejumlah supermarket seperti Superindo dan Alfamidi yang meminta pasokan melon premium dari anggota APEMI. Bahkan, kebutuhan untuk wilayah luar Kabupaten Indramayu mencapai 5 hingga 7 ton per minggu.
Di Kabupaten Indramayu sendiri, APEMI memiliki enam klaster, masing-masing terdiri atas 10 anggota.
Artinya, terdapat sekitar 60 petani melon yang menggunakan sistem greenhouse dengan berbagai teknik budidaya.
Riyan berharap melalui kerja sama dengan Kemendes, TIKA, dan dukungan Pemkab Indramayu, potensi budidaya melon dapat terus berkembang, baik dari sisi jumlah greenhouse maupun volume produksi yang disesuaikan dengan permintaan pasar.
“Harapannya, anggota semakin banyak dan produksi terus meningkat. Kualitas melon premium yang sudah dirasakan masyarakat menjadi jaminan bahwa produk ini diminati pasar, apalagi masyarakat kita memang menyukai buah yang manis,” pungkasnya. (oni)