Menariknya, di tengah peluang dirinya kembali memimpin partai, ASM justru memberi sinyal dukungan terhadap kepemimpinan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar.
BACA JUGA:Mudik Lebaran 2026, Polres Kuningan Kerahkan 417 Personel
BACA JUGA:Cabai Jablay Makin Pedas, Sepekan Jelang Lebaran Tembus Rp100 Ribu
Langkah ini memunculkan tafsir politik beragam. Sebagian menilai sebagai strategi menjaga stabilitas pemerintahan daerah, sementara lainnya melihatnya sebagai kalkulasi koalisi jangka panjang menuju kontestasi 2029.
ASM menegaskan, dukungan tersebut semata-mata demi kepentingan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan daerah.
Kini, perhatian publik tertuju pada Musyawarah Daerah (Musda) yang akan menjadi arena penentuan arah kepemimpinan dan strategi politik Golkar Kuningan.
Apakah ASM akan kembali mendapat mandat? Atau justru muncul figur baru yang menawarkan pendekatan berbeda?
BACA JUGA:Kuningan Tidak Darurat Anggaran, Deden Kurniawan: APBD 2026 Tetap Stabil
BACA JUGA:Sekda Uu Kusmana Dorong Literasi Keuangan Syariah, 42 Ribu UMKM Kuningan Diharapkan Berkembang
Yang jelas, pertarungan gagasan dan konsolidasi kekuatan politik di internal partai diprediksi akan semakin menarik untuk disimak.
Di tengah dinamika tersebut, satu hal yang pasti Pemilu 2029 masih jauh, tetapi mesin politik sudah mulai dipanaskan sejak sekarang. (*)