Neraka Arus Balik! Kuningan-Cirebon Lumpuh, 3 Jam Tak Bergerak

Selasa 24-03-2026,15:56 WIB
Reporter : Agus Sugiarto
Editor : Asep Kurnia

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Puncak arus balik Lebaran 2026 berubah jadi mimpi buruk bagi para pemudik. 

Jalur Kuningan menuju Cirebon lumpuh total. Ribuan kendaraan mengular, bergerak merayap—bahkan nyaris tak bergerak, Selasa 24 Maret 2026.

Perjalanan yang biasanya lancar kini terasa menyiksa. Tiga jam di jalan jadi “harga wajib” yang harus dibayar pengendara. 

Klakson bersahutan, antrean panjang tak terputus, dan kemacetan terjadi hampir di semua titik krusial.

Jalur utara menjadi titik paling parah. Sejak pagi, arus kendaraan tak terbendung. Hingga siang hari, situasi tak kunjung reda—justru semakin padat.

BACA JUGA:Reuni 50 Tahun SMA Kosgoro Kuningan: Bangunan Boleh Hilang, Kenangan Tetap Hidup

BACA JUGA:Reuni Smanecis ’87, Dari Pelukan Haru hingga Rencana Aksi Sosial

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, H. Mochamad Nurdijanto, mengungkapkan lonjakan arus balik tahun ini melonjak drastis, bahkan mencapai sekitar 40 persen dibanding tahun lalu.

“Semua bergerak bersamaan. Ini yang membuat beban jalan langsung memuncak,” ujarnya saat memantau kondisi di lapangan.

Ia sendiri merasakan langsung “horor” kemacetan tersebut. Waktu tempuh Kuningan–Cirebon yang biasanya singkat, kini berubah menjadi perjalanan panjang penuh antrean tanpa kepastian.

Petugas gabungan pun dikerahkan. Dinas Perhubungan, kepolisian, hingga BPBD berjibaku di lapangan untuk mengurai kemacetan. Pengaturan lalu lintas diperketat, separator dipasang, namun derasnya arus kendaraan tetap sulit dibendung.

Di tengah situasi itu, pemerintah mencoba “menyelamatkan” sebagian pemudik dengan menyiapkan tujuh bus tujuan Jakarta. Sekitar 350 penumpang diberangkatkan guna menekan jumlah kendaraan pribadi di jalan.

BACA JUGA:Yamaha Youth Community (Y2C) Bandung Perkuat Kebersamaan Lewat Iftar Member & CSR Berbagi Takjil

BACA JUGA:Punya Rencana Riding Saat Libur Lebaran, Simak Tips Perawatan Sepeda Motor dari Yamaha

Data di lapangan memperkuat kondisi tersebut. Selama masa mudik, lebih dari 103 ribu kendaraan tercatat keluar-masuk Kuningan. Puncaknya terjadi pada 19 Maret 2026, saat hampir 28 ribu kendaraan memadati jalur dalam sehari.

Kategori :