KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan, menegaskan tidak boleh ada lagi penyuluh pertanian yang absen dari lapangan.
Penegasan ini muncul di tengah upaya percepatan swasembada pangan, seiring meningkatnya surplus beras daerah dalam dua tahun terakhir.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr Wahyu Hidayah, menyatakan, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh luas lahan atau produksi, tetapi juga oleh kehadiran aktif penyuluh di tengah petani.
"Penyuluh harus benar-benar hadir, aktif, dan menjadi solusi. Tidak boleh ada lagi yang tidak terlihat oleh petani," tegasnya dalam kegiatan pembinaan penyuluh pertanian, Kamis 9 April 2026.
Data menunjukkan, capaian pertanian Kuningan mengalami peningkatan signifikan. Pada 2025, produksi padi mencapai 396.873 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 254.435 ton beras.
BACA JUGA:Tim Proliga Tampil di GOR Ewangga Kuningan, Sport Tourism Meningkat
BACA JUGA:Selisih TGR Disdikbud Kuningan, Pengamat: Ujian Serius Transparansi Pemda
Dengan kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 134.191 ton per tahun, daerah ini mencatat surplus hingga 120.244 ton.
Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat surplus sekitar 93 ribu ton.
Kondisi ini menempatkan Kuningan sebagai salah satu daerah penopang pangan strategis di Jawa Barat.
Tak hanya dari sisi produksi, progres panen di awal tahun juga menjadi sorotan. Hingga akhir Maret 2026, sekitar 78 persen lahan sawah atau 20.310 hektare dari total 26.016 hektare telah dipanen.
Capaian ini lebih cepat dibandingkan sejumlah daerah lain yang baru memasuki masa panen pada April.
BACA JUGA:KSPSI AGN Hadir, Jembatan Baru Buruh, Pengusaha, dan Pemerintah di Kuningan
BACA JUGA:Dihadiri Andi Gani Nena Wea, Laga Ekshibisi Voli di Kuningan Diserbu Penonton
Menurut Wahyu, kondisi ini menunjukkan kesiapan Kuningan dalam menjaga pasokan beras nasional sejak awal tahun.