Adu Banteng Honda Scoopy dan Kawasaki di Kuningan, Satu Pengendara Kritis

Rabu 13-05-2026,06:43 WIB
Reporter : Agus Sugiarto
Editor : Agus Sugiarto

KUNINGAN, RADARKUNINGAM.COM – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya R.E Martadinata, Desa Kertawangunan, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan, Selasa (12/5/2026) sore.

Insiden yang melibatkan dua sepeda motor itu menyebabkan satu orang mengalami luka berat.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.20 WIB. Dua kendaraan yang terlibat yakni Honda Scoopy bernomor polisi E-2633-YBQ dan Kawasaki BR200A bernopol E-2705-JG.

Berdasarkan keterangan petugas, kecelakaan bermula saat pengendara Honda Scoopy melaju dari arah Luragung menuju Cijoho.

BACA JUGA:GPM Iduladha DIRAHMATI Digelar di 6 Kecamatan, Pemkab Kuningan Jaga Harga Pangan

BACA JUGA:Mediasi Suporter Persib dan Persija di Kuningan Berakhir Damai, Polisi Tekankan Persaudaraan

Ketika hendak menyalip kendaraan di depannya, pengendara diduga mengambil jalur terlalu ke kanan.

Di saat bersamaan, dari arah berlawanan datang sepeda motor Kawasaki BR200A. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari.

Akibat benturan tersebut, pengendara Kawasaki BR200A berinisial IS (49), warga Desa Mekarmukti Kecamatan Sindangagung, mengalami luka berat di bagian kepala serta luka robek pada kaki.

Korban langsung dibawa ke RS Permata Kuningan untuk mendapatkan penanganan medis.

BACA JUGA:Warga Ciawigebang Resah! Dua Motor Raib Digondol Maling, Aksi Pelaku Terekam CCTV

BACA JUGA:Debut Full Musim Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship, Sabian Fathul Ilmi Juara Race di Australia

Sementara itu, pengendara Honda Scoopy berinisial RL (20), warga Kelurahan Cigintung Kecamatan Kuningan, mengalami luka ringan berupa lecet pada wajah dan tangan.

Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Aktuin Moniharapon melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Kuningan IPTU Sri Martini mengatakan, dugaan sementara kecelakaan dipicu kurangnya konsentrasi pengendara saat menyalip kendaraan.

“Pengendara Honda Scoopy diduga kurang konsentrasi dan mengambil jalur terlalu ke kanan ketika mendahului kendaraan lain, sehingga bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan,” ujar IPTU Sri Martini.

Kategori :