KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM – Harapan masyarakat Kabupaten Kuningan untuk memiliki akses jalan tol kembali menguat.
Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, mengungkapkan bahwa sudah bertemu Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Menteri AHY memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan Jalan Tol Cirebon-Kuningan-Ciamis (Cikumis) yang diproyeksikan mulai direalisasikan pada 2030.
Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan Forum Kerja Sama KUNCI BERSAMA yang mempertemukan sejumlah kepala daerah di Jakarta beberapa waktu lalu.
BACA JUGA:Pabrik Sepatu Rp1,2 Triliun Masuk Kuningan, Ribuan Lapangan Kerja Menanti
BACA JUGA:AZKO Resmi Buka Gerai Pertama di Kuningan, Warga Kini Tak Perlu Lagi Berbelanja ke Cirebon
Menurut Bupati Dian, pembangunan jalan tol bukan sekadar menghadirkan infrastruktur baru, tetapi menjadi pintu masuk bagi pertumbuhan investasi, peningkatan konektivitas, dan percepatan ekonomi di Kabupaten Kuningan.
"Pak Menteri AHY mendukung pembangunan akses jalan tol Cirebon-Kuningan-Ciamis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Mudah-mudahan seluruh rencana ini bisa terwujud," ujar Dian saat menghadiri peresmian Toko Azko Kuningan, Jumat (26/6/2026).
Ia optimistis, apabila proyek tersebut terealisasi sesuai target, Kabupaten Kuningan akan memasuki babak baru pembangunan.
Selain menarik investor, keberadaan jalan tol juga diyakini mampu mempercepat distribusi barang dan jasa serta meningkatkan daya saing daerah.
BACA JUGA:Bea Cukai Cirebon Sita 394 Ribu Batang Rokok Ilegal, Negara Selamatkan Rp294 Juta
Ruas Tol Cirebon-Kuningan-Ciamis atau Tol Cikumis telah masuk dalam Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional (RUJJN) 2020–2040.
Jalan tol ini diproyeksikan menjadi jalur strategis yang menghubungkan kawasan Pantura dengan wilayah selatan Jawa Barat sehingga memperkuat konektivitas antarwilayah.
Dalam rancangan awal, trase tol akan terhubung dengan ruas Tol Palimanan-Kanci (Palikanci) sebelum melintasi Kabupaten Cirebon menuju Kabupaten Kuningan, kemudian berlanjut ke Ciamis hingga Tasikmalaya.