KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Warga Kabupaten Kuningan diajak untuk terus melestarikan seni dan budaya Sunda agar tetap hidup, di tengah perkembangan zaman.
Salah satunya melalui kegiatan DPRD Mengabdi dalam Program Sapa Warga Berbasis Budaya yang digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Minggu 12 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi antara anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dengan masyarakat sekaligus ruang untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah.
Berbagai pertunjukan seni tradisional Sunda ditampilkan dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati lokasi acara. Panitia juga menyiapkan beragam doorprize untuk menambah semarak kegiatan.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Toto Suharto S.Farm., Apt., mengatakan pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama, terutama dalam membangun karakter generasi muda.
BACA JUGA:65 Atlet Ramaikan Liga Catur Bebeb Jius di Kuningan
BACA JUGA:Seru Sajan! Ratusan Anak Muda Bali Hangout Bareng Yamaha Grand Filano Hybrid dan Baskara Mahendra
Menurutnya, kearifan lokal perlu terus dijaga dan dihidupkan kembali melalui berbagai aktivitas masyarakat.
Kesenian tradisional, termasuk alat musik genjring, dapat kembali ditampilkan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan maupun hajatan sebagai bentuk nyata menjaga warisan budaya.
Ia menilai Program Sapa Warga Berbasis Budaya merupakan inovasi DPRD Jawa Barat dalam mendekatkan diri kepada masyarakat melalui pendekatan budaya.
Selain menghadirkan hiburan bernilai edukatif, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
"Melalui program yang dilaksanakan secara berkala di berbagai kecamatan, kami membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi yang selanjutnya akan diperjuangkan di tingkat Provinsi Jawa Barat," ujarnya.
BACA JUGA:Satu Langkah Bersama Ayah, Sejuta Kenangan untuk Masa Depan Anak
BACA JUGA:Sekolah Aktif, MBG Berjalan, Harga Daging Ayam di Kuningan Tembus Rp37 Ribu
Toto menegaskan, budaya merupakan identitas yang harus dipertahankan. Seni, adat istiadat, dan nilai-nilai kearifan lokal menjadi modal penting dalam memperkuat persatuan serta menjaga jati diri bangsa di tengah arus modernisasi.