Menurut Bang Adon, Bupati Cup bukan sekadar turnamen tahunan. Kompetisi ini menjadi bagian dari program pembinaan sepak bola di bawah naungan PSSI Kabupaten Kuningan untuk menemukan talenta-talenta terbaik dari desa hingga tingkat kecamatan.
BACA JUGA:Enam Pejabat Pemkab Kuningan Segera Diklatpim III, Berikut Daftar Namanya
BACA JUGA:Jelang Musda, Golkar Kuningan Beberkan Mekanisme Pemilihan Ketua
Harapannya, pemain yang tampil menonjol dapat diproyeksikan memperkuat Pesik Kuningan, yang kini tengah menikmati momentum kebangkitan usai menorehkan prestasi di level nasional.
"Turnamen ini menjadi wadah mencari pemain potensial dari seluruh kecamatan. Kami ingin Bupati Cup menjadi jalur lahirnya pemain-pemain yang nantinya membela Pesik Kuningan," ujar Bang Adon.
Sebelum kompetisi dimulai, panitia akan menggelar manager meeting pada 20 Juli 2026 untuk membahas regulasi, sistem pertandingan, mekanisme drawing, hingga ketentuan pemain.
Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Ritto didampingi Sekretaris Panitia Junianto memastikan seluruh pertandingan babak penyisihan akan dibagi ke empat venue, sedangkan fase perempat final, semifinal hingga final dipusatkan di Stadion Mashud Wisnusaputra.
BACA JUGA:Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair Kuningan, Bupati Dian Siapkan 10.000 Lapangan Kerja Baru
BACA JUGA:Budidaya Ganja di Rumah, Pria Kuningan Terancam 20 Tahun Penjara
Selain persaingan yang semakin ketat, panitia juga memastikan hadiah pembinaan bagi para juara mengalami peningkatan dibanding penyelenggaraan tahun lalu.
Hal itu diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi seluruh peserta untuk menampilkan permainan terbaik.
Dengan gengsi antarkecamatan, hadiah yang lebih besar, serta peluang dilirik Pesik Kuningan, Bupati Cup 2026 dipastikan kembali menjadi magnet utama pecinta sepak bola di Kota Kuda. (*)