Keterlibatan pejabat pemerintah dalam pengelolaan Pesik menjadi bagian dari perjalanan klub Kuningan ketika masih bertahan di kompetisi Divisi I Liga Indonesia.
H Yudi Amiardi Jadi Manajer di Pengujung Era Aang
Menjelang akhir masa jabatannya, mendiang Bupati H Aang Hamid Suganda kembali menunjuk sosok lain untuk menangani Pesik Kuningan. H Yudi Amiardi, yang akrab disapa Yudi Tolil, dipercaya menjadi manajer tim.
Selama sekitar dua tahun memimpin Pesik, Yudi disebut mampu membawa tim tetap bertahan di Liga I Indonesia.
Kesejahteraan pemain juga menjadi perhatian pada masa kepemimpinannya. Kebutuhan tersebut disebut ditopang melalui dana pribadi Yudi.
Perjalanan para manajer tersebut menunjukkan bahwa Pesik Kuningan pernah melewati fase panjang dengan dukungan dari berbagai kalangan, baik birokrat maupun pengusaha.
Pesik Sempat Terpuruk Sebelum Bangkit
Setelah 2014, prestasi Pesik Kuningan mengalami penurunan. Klub yang sebelumnya mampu bersaing di kompetisi nasional tersebut perlahan turun hingga akhirnya terpuruk ke Liga IV Nusantara regional Jawa Barat.
Kondisi itu menjadi titik terendah dalam perjalanan Pesik setelah sebelumnya menikmati masa keemasan dan tampil di berbagai level kompetisi nasional.
Pesik kemudian perlahan bangkit. Klub kebanggaan masyarakat Kuningan tersebut berhasil kembali meraih promosi ke Liga 3 untuk musim 2026-2027.
Kebangkitan itu sekaligus membuka lembaran baru perjalanan Pesik Kuningan setelah melewati masa panjang, termasuk periode ketika klub ditangani sejumlah manajer dari kalangan birokrat dan pengusaha. (*)