Cegah Stunting, Pemkab Kuningan Gencarkan Gerimis-Gematel

Jumat 28-08-2026,16:55 WIB
Reporter : Asep Kurnia
Editor : Asep Kurnia

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Pemerintah Kabupaten Kuningan meluncurkan Gerakan Minum Susu (Gerimis) dan Gerakan Makan Telur (Gematel) di Desa Cibuntu, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jumat 28 Agustus 2026.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan dan penanggulangan stunting di wilayah tersebut.

Gerimis dan Gematel mendorong keluarga membiasakan konsumsi pangan bergizi, khususnya susu dan telur sebagai sumber protein hewani. 

Program tersebut menyasar wilayah yang menjadi lokus penanggulangan stunting di Kabupaten Kuningan, dengan perhatian khusus kepada ibu hamil dan balita.

Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, SH., M.Kn., mengatakan penanganan stunting tidak cukup hanya melihat angka prevalensi. Menurutnya, di balik data tersebut terdapat anak dan keluarga yang membutuhkan perhatian.

BACA JUGA:Penipuan Mengatasnamakan Petugas Pajak dan PPATK, Warga Kuningan Tertipu Rp7 Juta

BACA JUGA:Ojol Kuningan Dapat Servis Motor dan Ganti Oli Gratis dari Polisi

“Stunting bukan sekadar persoalan pertumbuhan anak, tetapi menyangkut masa depan generasi kita,” demikian pesan Wabup Tuti.

Gerimis dan Gematel Dorong Konsumsi Protein Hewani

Melalui Gerimis dan Gematel, Pemkab Kuningan mengarahkan peningkatan konsumsi pangan bergizi, terutama susu dan telur.

Pemenuhan protein hewani dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Karena itu, edukasi mengenai makanan bergizi perlu berjalan bersamaan dengan upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan tersebut. Keluarga diharapkan dapat membangun kebiasaan konsumsi pangan bergizi sejak dini.

BACA JUGA:Yamaha Gear Ultima Ramaikan Karnaval Kemerdekaan di Sukabumi, Hadirkan Motor Irit 20 Jutaan

BACA JUGA:Gerebek Warung dan Ruko, Polres Kuningan Sita 62 Botol Miras

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan Dr. A. Taufik Rohman, M.Si., M.Pd., mengatakan penanggulangan stunting membutuhkan intervensi sejak dini, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Kategori :