“Target kita adalah daerah-daerah perbatasan yang jauh dari akses pelayanan rumah sakit. Kita datangkan pelayanan rumah sakit langsung ke masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Agah, konsep kegiatan tersebut pada dasarnya adalah mendekatkan pelayanan rumah sakit kepada masyarakat. Berbagai layanan dokter spesialis dan peralatan medis dibawa langsung ke Subang sehingga warga tidak harus selalu datang ke pusat pelayanan kesehatan.
BACA JUGA:MAXI TOUR BOEMI NUSANTARA 2026, Merajut Keindahan Indonesia Dalam Satu Cerita Perjalanan
BACA JUGA:Ganas di Arena! Rider Muda Kuningan Rizqy Taklukkan President Cup 2026
“Semua pelayanan spesialis dan alat-alatnya kita hadirkan di sini. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus berjalan secara kontinu,” ujarnya.
Konsep pelayanan kesehatan yang mendatangi masyarakat tersebut mendapat dukungan dari Direktur RSUD Linggajati Kabupaten Kuningan, dr. Hj. Eva Maya, MM.
Eva mengatakan pihak rumah sakit siap mendukung kegiatan pengabdian IDI maupun program Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Menurut dia, pelayanan kesehatan tidak semestinya hanya berpusat di dalam gedung rumah sakit. Pelayanan perlu dikembangkan agar dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah tempat mereka tinggal.
BACA JUGA:Rayakan Kemerdekaan, Yamaha Hadirkan Karnaval GEAR ULTIMA di 9 Kota
BACA JUGA:Bukan Cuma Taktik! Tim Sepak Bola Kuningan Genjot Fisik Jelang Porprov
Konsep tersebut disebut sebagai hospital without wall, yakni pelayanan kesehatan yang tidak dibatasi oleh keberadaan dinding rumah sakit.
“Kalau kita bicara pelayanan dan pengabdian, kita harus membangun konsep hospital without wall. Pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak hanya dibatasi oleh dinding rumah sakit,” katanya.
Eva menegaskan rumah sakit ingin menjadi bagian dari upaya IDI dan Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam menghadirkan pelayanan kesehatan secara langsung di tengah masyarakat.
Program IDI Mengabdi untuk Negeri Jilid 2 di Kecamatan Subang pun menjadi ruang kolaborasi antara organisasi profesi, rumah sakit, dan pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
BACA JUGA:Jejak Manajer Pesik Kuningan di Era Keemasan 2004-2014, dari Birokrat hingga Pengusaha