RADARKUNINGAN.COM - Wakil Rektor Universitas Kuningan (Uniku), Prof. Agus Yadi Ismail, S.Hut., M.Si., dipercaya menjadi keynote speaker dalam 9th International Conference on Innovation and Technopreneurship (ICI&T) 2026 di INTI International University, Malaysia, Kamis (10/9/2026).
Konferensi internasional tersebut berlangsung selama lima hari, 10 s.d. 15 September 2026, dengan mengusung tema “Advancing Artificial Intelligence and Industry 4.0/5.0 Applications”.
Prof. Agus Yadi Ismail hadir secara langsung dalam rangkaian kegiatan dan menyampaikan materi sebagai keynote speaker pada Kamis (10/9/2026).
Kepercayaan tersebut menjadi ruang bagi Uniku untuk membawa perspektif akademik dalam forum internasional yang membahas perkembangan kecerdasan buatan dan penerapan teknologi pada era Industri 4.0/5.0.
BACA JUGA:Laporan Harta Kekayaan Bupati Kuningan Berubah, Ini Penjelasan Lengkapnya
BACA JUGA:Siswa SMP Kuningan Dihajar hingga 30 Jahitan, Bupati: Ini Kriminal
Warek III Uniku Bahas Smart Farming Berbasis Machine Learning
Dalam konferensi tersebut, Prof. Agus Yadi Ismail menyampaikan materi berjudul “Transforming Medicinal Plant Cultivation Through a Land-Based Smart Farming Recommendation System Using Machine Learning.”
Materi tersebut mengangkat pemanfaatan teknologi dan machine learning dalam pengembangan sistem rekomendasi pertanian cerdas.
Fokus pembahasannya adalah mendukung transformasi budidaya tanaman obat berbasis lahan.
Topik yang dibawakan Warek III Uniku mempertemukan bidang pertanian dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan machine learning.
Pemanfaatan teknologi tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan sistem pertanian cerdas dalam budidaya tanaman obat.
BACA JUGA:174 Pejabat Fungsional Kuningan Dilantik, Ini Pesan Bupati Dian
BACA JUGA:Kabar Baik! Jalan Mantaja-Japara Segera Disurvei Bina Marga Provinsi Jabar
Kehadiran Prof. Agus Yadi Ismail dalam konferensi ini juga membawa perspektif akademisi Uniku ke forum internasional. Partisipasinya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong inovasi berbasis teknologi dan pemanfaatan kecerdasan buatan di sektor pertanian.