KUNINGAN, RADARKUNINGAN COM – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar,, menegaskan akan memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keseriusan pemerintah daerah ditunjukkan melalui pemberhentian sementara terhadap 19 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga bermasalah dalam menjalankan program tersebut.
Penindakan itu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG di Kabupaten Kuningan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan yang berlaku.
Bupati juga membuka peluang penutupan SPPG yang tetap mengabaikan aturan meskipun sudah berulang kali mendapat peringatan.
BACA JUGA:Bulan Dana PMI Kuningan 2026, Sukses Kumpulkan Rp641,6 Juta
BACA JUGA:Bikin Anak Muda Kepincut! Ragam Ilustrasi Grand Filano Hybrid Tawarkan Inspirasi Anti-Mainstream
Penegasan tersebut disampaikan Dian seusai memimpin rapat koordinasi pemerintah daerah di Aula Balai Desa Langseb, Kecamatan Lebakwangi, Selasa (3/11/2026). Dalam kesempatan itu, ia didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kuningan, Uu Kusmana.
Dian mengatakan, Pemkab Kuningan mendukung penuh program MBG sebagai salah satu kebijakan strategis Presiden. Namun, dukungan tersebut harus dibarengi pengawasan ketat agar pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Ini sebagai bukti keseriusan kita dari pemerintah daerah. Kita akan mengamankan kebijakan MBG, tetapi tidak menutup mata. Masih ada kekurangan, kelemahan, dan hal-hal yang perlu diluruskan dalam pelaksanaannya,” tegas Dian.
Ia bahkan telah meminta Sekda Kuningan, yang juga menjabat Ketua Satgas MBG, untuk mengambil langkah tegas terhadap pengelola SPPG yang tidak menjalankan program sesuai ketentuan.
BACA JUGA:Jelang Grand Final CustoMAXI 2026, Intip Keunikan Modifikasi Skutik MAXI Yamaha di 5 Kota Indonesia
BACA JUGA:Tarikan dan Performa Mesin Tetap Terjaga, Ini Dia 7 Tips Merawat Mesin Motor Agar Terus Prima
Bupati Kuningan Siapkan Sidak SPPG Dini Hari
Untuk memastikan kondisi di lapangan, Dian berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPPG.
Pemeriksaan tersebut akan menyasar kualitas makanan sekaligus kewajaran harga setiap menu yang diberikan kepada penerima manfaat.