Bermasalah, Komisi III Tinjau Tamkot
“Kita akan pertanyakan beberapa hal. Ada hal yang mungkin tidak bisa kita ungkapkan di sini, ya nanti akan kami sampaikan di rapat dengan pihak ketiga dan dengan Dinas PUTR sendiri. Kami akan mengundang secepatnya,” kata Dede.
Di tempat yang sama, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kuningan Asep Abdul Mukti menjelaskan, pekerjaan-pekerjaan yang belum maksimal (revitalisasi Tamkot) diakuinya memang masih dalam tahap pemeliharaan. Terlebih saat ini masih ada aktivitas pekerjaan di lokasi Tamkot.
“Kita sekarang masih tahap pemeliharaan, sekarang kalau dilihat kan ada pekerja-pekerja yang masih memperbaiki pekerjaan yang belum maksimal. Jadi, untuk pihak ketiga masih bertanggung jawab, kita masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan,” jelasnya kepada sejumlah wartawan.
Pada tahap pertama revitalisasi Tamkot ini, lanjut Asep, menghabiskan anggaran dari Pemprov Jabar sebesar Rp14,3 miliar. Untuk tahap selanjutnya anggaran yang dipersiapkan dari sekitar Rp10 miliar.
“Kita untuk tahap lanjutan ke sebelah selatan, kegiatan pertama untuk pembangunan food court, taman bermain anak dan parkir. Kemudian untuk penataan Masjid Syiarul Islam,” terangnya.
Sementara itu, pihak pengembang revitalisasi Tamkot Kuningan H Mukhtar Luis, mengaku jika waktu pengerjaan yang diberikan hanya tiga bulan. Bahkan pengerjaan dilakukan siang dan malam agar mencapai batas waktu yang ditentukan.
“Kalau dikasih waktu enam bulan ini bisa beres pak. Saya gila-gilaan ini Pak. Saya malu sama Pak Bupati. Saya kerja siang-malam dengan pekerja 200 orang tiap hari. Barangkali ada kekurangan (saat ditinjau Komisi III DPRD Kuningan), saya mohon maaf. Waktu saya ya tiga bulan, setengah bulan untuk pembongkaran dan 2,5 bulan untuk pengerjaan,” terangnya. (muh)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

