Sono Keling Diburu, Ciremai Kembali Terancam Pembalakan Ilegal
Pengendali Ekosistem Hutan Balai TNGC, Silvia Lucyanti. (Foto: Bubud Sihabudin)--
Ironisnya, banyak sono keling berukuran besar di Ciremai merupakan pohon lama yang tersisa sejak sebelum kawasan ini berstatus taman nasional. Nilai jual yang tinggi membuatnya terus menjadi incaran pembalak.
Populasi sono keling tidak tersebar merata. Pohon ini lebih banyak ditemukan di wilayah utara Ciremai, termasuk Pasawahan dan sekitarnya.
BACA JUGA:Komplotan Pembalakan Liar di Hutan Gunung Ciremai Incar Pohon Bernilai Jual Tinggi
Jika pembalakan terus terjadi, bukan tidak mungkin sono keling akan hilang dari kawasan tertentu.
Meski regenerasi alami masih ada, laju kerusakan dinilai jauh lebih cepat dibanding kemampuan alam memperbaiki diri.
Pengelolaan TNGC tidak pernah ditujukan untuk produksi kayu. Fokus utama adalah menjaga hutan tetap utuh sebagai penyangga kehidupan.
Kasus pembalakan yang kembali terungkap ini diharapkan menjadi peringatan keras. Kawasan konservasi bukan tempat mengambil keuntungan, melainkan warisan alam yang harus dijaga bersama. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
