Optimalisasi Aset, Lahan Milik Pemkab Kuningan Digarap Swasta
PT Rumah Tani Nusantara resmi pemanfaatan lahan milik daerah untuk ditanami padi dan jagung, setelah ditandatanganinya perjanjian kerja sama dengan Pemkab Kuningan.-Istimewa-Radar Kuningan
Dalam konteks optimalisasi aset, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga fungsi dasar lahan sebagai kawasan pertanian produktif.
Ia mengingatkan agar kerja sama ini tidak membuka celah bagi alih fungsi lahan yang bertentangan dengan tujuan ketahanan pangan.
"Aset ini harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Tidak boleh bergeser menjadi fungsi lain yang justru menghilangkan nilai strategis pertanian,” tegasnya.
BACA JUGA:Optimalisasi Aset Lahan Daerah, Strategi BPKAD Kuningan Demi Ketahanan Pangan dan PAD
Bupati juga mengaitkan kerja sama ini dengan kondisi fiskal Kabupaten Kuningan yang dalam beberapa tahun terakhir berada di bawah tekanan.
Ia menyampaikan optimisme bahwa kondisi keuangan daerah mulai menunjukkan perbaikan, seiring dengan upaya penataan utang dan penyelesaian kewajiban keuangan pemerintah daerah.
"Kita mulai melewati fase tekanan fiskal. Ke depan, fokusnya adalah menata ulang kesejahteraan aparatur dan memperkuat program kemasyarakatan,” ungkapnya.
Dari sisi pelaksana, Direktur PT Rumah Tani Nusantara Bahtiar, menyampaikan bahwa tahap awal pengelolaan lahan akan difokuskan pada komoditas padi dan jagung, sebelum dikembangkan ke sektor hortikultura seperti cabai, yang memiliki peran strategis dalam pengendalian inflasi pangan.
Ia menyebutkan bahwa pengelolaan lahan seluas 17 hektare tersebut berpotensi menyerap 40 hingga 50 tenaga kerja lokal, dengan pendekatan manajemen yang lebih profesional.
"Petani tidak hanya dilibatkan sebagai pekerja musiman, tetapi dikembangkan sebagai tenaga kerja tetap dengan sistem penggajian, bahkan di atas UMK,” jelas Bahtiar.
Pendekatan ini dinilai dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian sekaligus memperbaiki kesejahteraan petani.
Ke depan, PT Rumah Tani Nusantara juga berencana menerapkan teknologi pertanian presisi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Teknologi tersebut memungkinkan proses produksi lebih terukur dan efisien, sekaligus membuka ruang partisipasi generasi muda dalam sektor pertanian.
"Pertanian modern tidak selalu identik dengan kerja manual di sawah. Dengan teknologi, proses pertanian dapat dipantau dan dikendalikan secara presisi,” kata Bahtiar.
Sementara itu, Kepala BPKAD Kabupaten Kuningan Deden Kurniawan, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan PT Rumah Tani Nusantara merupakan bagian dari strategi jangka menengah Pemda dalam meningkatkan PAD melalui pemanfaatan aset.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
