Tidak Hanya Sungai Cikaro, Sungai Cijurai Ikut Meluap

Tidak Hanya Sungai Cikaro, Sungai Cijurai Ikut Meluap

Penampakan luapan sungai Cijurai dan Sungai Cikaro yang merendam pemukiman pada Rabu, 11 Februari 2026 kemarin.-Istimewa-Tangkapan Layar Video

Luapan Sungai Cikaro akibat curah hujan cukup tinggi membuat puluhan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini sempat membuat warga panik dan harus berjibaku menyelamatkan barang-barang dari genangan air.

"Peristiwa banjir terjadi sekitar pukul 18.00 WIB setelah wilayah Cibingbin diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Debit air Sungai Cikaro meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga di dua dusun," jelas pria yang akrab disapa Ibe.

BACA JUGA:Sungai Cikaro Meluap, 50 Rumah di Cibingbin Kuningan Terendam

Menurut Ibe, informasi kejadian diterima petugas sekitar pukul 19.00 WIB, dan laporan pembaruan disampaikan pada Kamis 12 Februari 2026 pukul 00.05 WIB.

Lokasi terdampak berada di titik koordinat: 6°01'00.716" LS dan 108°43'38.905" BT.

Berdasarkan hasil kaji cepat tim di lapangan, tidak ada korban jiwa, namun sekitar 50 rumah warga terdampak genangan.

"Ketinggian air di dalam rumah berkisar antara 80 sentimeter hingga 1 meter. Air masuk ke area pemukiman dalam waktu relatif cepat, terutama di titik yang berada dekat bantaran sungai," paparnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, tambah Ibe, aparat desa langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Cibingbin.

Pihaknya kemudian mengirimkan Tim Assessment dari Pusdalops PB untuk melakukan pendataan serta pemantauan kondisi di lapangan.

"Petugas bersama masyarakat bergotong royong membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah warga. Aparat desa juga mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan dan segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat," tuturnya.

Hingga laporan terakhir pada Kamis dini hari, kondisi cuaca berangsur cerah berawan dan air luapan Sungai Cikaro telah surut.

Warga kini fokus melakukan pembersihan rumah dari material lumpur dan sisa genangan. Secara umum, situasi mulai kembali normal.

Tidak ada kebutuhan darurat yang mendesak dilaporkan pada tahap awal ini. Namun, langkah lanjutan tetap akan dikoordinasikan dengan pemerintah desa serta instansi terkait untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: