Petani di Kuningan Keluhkan Hama hingga Pemangkasan Dana Desa, Toto Janji Kawal Aspirasi

Petani di Kuningan Keluhkan Hama hingga Pemangkasan Dana Desa, Toto Janji Kawal Aspirasi

Kunjungan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, Toto Suharto SFarm Apt di Desa Seda, Kecamatan Mandirancan, Kuningan.-Agus Phanter-Radar Kuningan

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Beragam persoalan yang dihadapi masyarakat pedesaan mengemuka dalam kegiatan pengawasan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, Toto Suharto SFarm Apt di Desa Seda, Kecamatan Mandirancan, KUNINGAN, Senin 20 Juli 2026.

Mulai dari ancaman hama liar yang merusak lahan pertanian hingga dampak pemangkasan Dana Desa menjadi aspirasi utama yang disampaikan pemerintah desa.

Dalam dialog bersama masyarakat dan perangkat desa, perwakilan Pemerintah Desa Seda mengaku bersyukur karena desa yang berada di wilayah paling ujung Kecamatan Mandirancan itu akhirnya mendapat kunjungan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. 

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.

"Mayoritas warga kami, sekitar 90 persen, berprofesi sebagai petani. Mudah-mudahan silaturahmi ini membawa manfaat bagi kemajuan Desa Seda," ungkap perwakilan pemerintah desa.

BACA JUGA:Grebek SEKRE VOL.7 Hadir di Sukabumi, Perkuat Sinergi Yamaha Jabar dan YRFI Sukabumi

BACA JUGA:Spanyol Angkat Trofi, Telur Ayam di Kuningan Naik Harga

Ia menjelaskan, persoalan terbesar yang dihadapi petani adalah serangan hama babi hutan dan monyet ekor panjang yang hampir setiap musim merusak tanaman warga. 

Komoditas seperti singkong, ubi jalar hingga tanaman pangan lainnya kerap menjadi sasaran sehingga hasil panen terus menurun.

Menurutnya, persoalan tersebut semakin terasa sejak perubahan status pengelolaan kawasan dari Perhutani menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. 

Satwa liar yang sebelumnya berada di kawasan hutan kini semakin sering turun ke lahan pertanian warga dan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit.

Selain persoalan pertanian, pemerintah desa juga menyoroti kebijakan pengurangan alokasi Dana Desa pada tahun ini yang dinilai berdampak langsung terhadap pelaksanaan pembangunan. 

BACA JUGA:Gali Talenta Belia, PSSI Kuningan Siapkan Turnamen Suratin U-13 dan U-15

BACA JUGA:Rayakan 1 Dekade Perjalanan Yamaha Sunday Race, Mandalika Jadi Panggung Selebrasi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: