Ledakan Populasi Monyet dan Babi Hutan di Desa Seda, Petani Terancam Tinggalkan Lahan Garapan

Ledakan Populasi Monyet dan Babi Hutan di Desa Seda, Petani Terancam Tinggalkan Lahan Garapan

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, Drs H Toto Suharto saat melakukan reses di Desa Seda. -Agus Phanter-Radar Kuningan

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Persoalan gangguan satwa liar di wilayah kaki Gunung Ciremai kembali menjadi sorotan. 

Warga Desa Seda, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, mengeluhkan semakin masifnya serangan monyet dan babi hutan yang merusak lahan pertanian hingga masuk ke kawasan permukiman. 

Kondisi tersebut bahkan membuat sebagian petani mulai meninggalkan lahan garapan karena hasil panen yang terus menurun.

Keluhan itu mengemuka dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, Drs H Toto Suharto, SFarm Apt, di Desa Seda. 

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah desa, BPD, LPM, kelompok tani, tokoh masyarakat, hingga warga setempat.

BACA JUGA:Lampu PJU Jalan Lingkar Timur Kuningan Padam, Dishub Langsung Bergerak

BACA JUGA:Pentago Coffee Roastery Terbakar, Kerugian Rp387,4 Juta

Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang saat ini dihadapi desa. Mulai dari keterbatasan anggaran desa, kebutuhan pembangunan infrastruktur pertanian, hingga ancaman satwa liar yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Desa Penyangga TNGC Hadapi Tekanan Satwa Liar

Sekretaris Desa Seda, Cahyadi,  menjelaskan bahwa mayoritas penduduk Desa Seda menggantungkan hidup dari sektor pertanian. 

Lebih dari 90 persen warga bekerja sebagai petani dengan komoditas utama padi, pisang, umbi-umbian, dan berbagai hasil perkebunan lainnya.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, produktivitas pertanian masyarakat terus terganggu akibat meningkatnya populasi monyet dan babi hutan yang turun dari kawasan hutan.

BACA JUGA:Dukungan Komjen Karyoto, Ubah Tanah Telantar jadi Lahan Produktif di Indramayu

BACA JUGA:Petani di Kuningan Keluhkan Hama hingga Pemangkasan Dana Desa, Toto Janji Kawal Aspirasi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: