Kasus Jasad Bayi di Pasawahan Terbongkar, Ibu Kandung 19 Tahun Jadi Tersangka

Kasus Jasad Bayi di Pasawahan Terbongkar, Ibu Kandung 19 Tahun Jadi Tersangka

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kuningan telah menetapkan seorang perempuan berinisial F (19) sebagai tersangka. Perempuan asal Kecamatan Pasawahan tersebut diduga merupakan ibu kandung bayi yang jasadnya ditemukan warga di kawasan perkebunan--

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM – Pengungkapan kasus penemuan jasad bayi di Desa Cidahu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, memasuki babak baru.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kuningan telah menetapkan seorang perempuan berinisial F (19) sebagai tersangka.

Perempuan asal Kecamatan Pasawahan tersebut diduga merupakan ibu kandung bayi yang jasadnya ditemukan warga di kawasan perkebunan Dusun Margawardana pada akhir Juli 2026.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka diduga melahirkan seorang diri di rumahnya tanpa bantuan tenaga medis.

BACA JUGA:Tinggalkan Sistem Lama, BKPSDM Kuningan Pelajari Transisi SIMATA BKN

BACA JUGA:Sawah Hijau, Gunung Ciremai dan Sunset Memikat, Ini Pesona Desa Cidahu Pasawahan

Bayi yang dilahirkan disebut sempat dalam kondisi hidup, sebelum kemudian diduga mengalami kekerasan hingga meninggal dunia.

Kasatreskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Azis, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari keterangan sejumlah saksi yang sebelumnya melihat perubahan fisik pada tersangka.

“Penyelidikan berawal dari informasi saksi yang melihat perut tersangka sebelumnya tampak membesar. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pendalaman, yang bersangkutan mengakui bahwa bayi yang ditemukan di Desa Cidahu merupakan anak yang dilahirkannya,” ujar Abdul Azis, Selasa (4/8/2026).

Jasad bayi ditemukan warga pada Rabu, 29 Juli 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Lokasi penemuan berada di sekitar aliran sungai dan area perkebunan di Desa Cidahu, Kecamatan Pasawahan.

BACA JUGA:Unik dan Renyah, Kerupuk Pleredan Cidahu Jadi Kuliner Khas Kuningan

BACA JUGA:5 Kecamatan Paling Dingin di Kuningan, Ada yang Suhunya Bisa Turun hingga 16 Derajat Celsius

Saat ditemukan, kondisi jasad telah mengalami pembusukan dan mengeluarkan aroma menyengat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, bayi diperkirakan telah meninggal sekitar lima hingga enam hari sebelum ditemukan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: