IDI Kuningan Bawa 18 Dokter Spesialis, Layani Warga Subang
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Kuningan menghadirkan 17 dokter spesialis untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Sabtu (29/8/2026). --
Konsep Rumah Sakit Dibawa Mendekati Masyarakat
Ketua Pelaksana IDI Mengabdi untuk Negeri Jilid 2, dr. Agah Nugraha, mengatakan kegiatan tersebut ditargetkan menjadi agenda yang berkelanjutan.
Untuk tahap awal, kegiatan direncanakan berlangsung setiap enam bulan. Frekuensinya tidak menutup kemungkinan ditingkatkan menjadi tiga bulan sekali apabila memungkinkan.
“Target kita adalah daerah-daerah perbatasan yang jauh dari akses pelayanan rumah sakit. Kita datangkan pelayanan rumah sakit langsung ke masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Agah, konsep kegiatan tersebut pada dasarnya adalah mendekatkan pelayanan rumah sakit kepada masyarakat. Berbagai layanan dokter spesialis dan peralatan medis dibawa langsung ke Subang sehingga warga tidak harus selalu datang ke pusat pelayanan kesehatan.
BACA JUGA:MAXI TOUR BOEMI NUSANTARA 2026, Merajut Keindahan Indonesia Dalam Satu Cerita Perjalanan
BACA JUGA:Ganas di Arena! Rider Muda Kuningan Rizqy Taklukkan President Cup 2026
“Semua pelayanan spesialis dan alat-alatnya kita hadirkan di sini. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus berjalan secara kontinu,” ujarnya.
Konsep pelayanan kesehatan yang mendatangi masyarakat tersebut mendapat dukungan dari Direktur RSUD Linggajati Kabupaten Kuningan, dr. Hj. Eva Maya, MM.
Eva mengatakan pihak rumah sakit siap mendukung kegiatan pengabdian IDI maupun program Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Menurut dia, pelayanan kesehatan tidak semestinya hanya berpusat di dalam gedung rumah sakit. Pelayanan perlu dikembangkan agar dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah tempat mereka tinggal.
BACA JUGA:Rayakan Kemerdekaan, Yamaha Hadirkan Karnaval GEAR ULTIMA di 9 Kota
BACA JUGA:Bukan Cuma Taktik! Tim Sepak Bola Kuningan Genjot Fisik Jelang Porprov
Konsep tersebut disebut sebagai hospital without wall, yakni pelayanan kesehatan yang tidak dibatasi oleh keberadaan dinding rumah sakit.
“Kalau kita bicara pelayanan dan pengabdian, kita harus membangun konsep hospital without wall. Pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak hanya dibatasi oleh dinding rumah sakit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

