Pelantikan Kades Terpilih Digelar 28 Desember

Pelantikan Kades Terpilih Digelar 28 Desember

KUNINGAN-Dengan berbagai pertimbangan, pelantikan 203 kepala desa (kades) terpilih berubah mundur satu hari, dari sebelumnya direncanakan 27 Desember 2019 menjadi 28 Desember 2019. Keterangan itu didapat dari Kepala Bidang (Kabid) Pemdes Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kuningan H Akhmad Faruk, Minggu (22/12). Untuk persiapan sepekan menjelang pelantikan, pihaknya pun akan menggelar rapat koordinasi terbatas (rakortas) pengamanan (pam) pelantikan, Senin ini (23/12). “Pelantikan (203 kades terpilih, red) jadinya akan dilaksanakan tanggal 28 Desember 2019, hari Sabtu. Jadi, besok Senin (hari ini, red) jam 14.00 WIB, kami akan menggelar rakortas pam pelantikan. Jumat pagi (tanggal 27 Desember, red) geladi upacara pelantikan,” tuturnya. Ia menjelaskan, terdapat sejumlah pertimbangan yang menjadi alasan acara pelantikan diundur satu hari dari jadwal sebelumnya. Di antaranya karena antisipasi upacara pelantikan tidak selesai hingga jam 11.00 WIB, sehingga dikhawatirkan akan mengganggu ibadah Salat Jumat. Pertimbangan lainnya, karena pada pelantikan para kades ini direncanakan akan dihadiri Gubernur Jabar Ridwan Kamil, sekaligus penyerahan bantuan mobil Maskara, sehingga durasi waktu akan bertambah jika pelantikan dilakukan di hari selain Jumat. “Undangan untuk para kades terpilih sudah disebar melalui camat. Yang hadir yaitu kades terpilih yang akan dilantik, beserta suami atau istri, lalu hadir kades/Pj kades, ketua BPD, ketua Panitia Pilkades, dan ketua LPM. Dari tingkat kecamatan yang diundang adalah Camat, Kapolsek, Danramil dan Kasipem,” terang Faruk. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam Pilkades serentak di Kuningan tahun ini, terdapat fenomena menarik, yakni cukup banyak calon kades incumbent yang kalah oleh pendatang baru. Meski tidak disebutkan angkanya, namun dari puluhan yang maju kembali, hanya 40 persen yang terpilih, sedangkan sisanya tumbang. “Dari 203 desa yang menggelar Pilkades pada tanggal 3 November 2019, ada lebih dari 60 persen (calon kades incumbent, red) yang tidak terpilih lagi dan sisanya kurang lebih 40 persen terpilih kembali,” kata Deni. Kendati demikian, Deni berharap bagi cakades yang belum terpilih agar dapat bersikap legowo dan menerima hasil Pilkades berdasarkan pilihan masyarakat, serta harus siap mendukung program-program kades terpilih di desanya masing-masing. Begitu pun kepada cakades terpilih, Deni mengimbau untuk tidak meluapkan kegembiraan secara berlebihan, melainkan harus mampu merangkul cakades yang tidak terpilih untuk bersama-sama membangun desa. “Kami berharap bagi para calon kades yang belum terpilih untuk bersikap legowo dan siap mendukung program-program Kades terpilih. Bagi para calon kades terpilih, kami berharap untuk tidak maluapkan kegembiraan secara berlebihan, akan tetapi harus tetap rendah diri dan mampu merangkul para calon kades yang tidak terpilih untuk sama-sama membangun desa,” imbau Deni. (muh)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: