Lamer di Ciporang Munculkan Pro Kontra Warga

Lamer di Ciporang Munculkan Pro Kontra Warga

KUNINGAN-Sejak beberapa hari ini arus lalu lintas di Jalan Raya Ciporang sedikit menumpuk. Itu lantaran kini di perempatan Ciporang sudah dipasang traffic light atau biasa disebut lampu merah (lamer). Pro kontra pun bermunculan terkait lamer di Ciporang itu. Sejumlah warga menyambut baik adanya lamer di perempatan Ciporang. Itu karena selama ini cukup sering terjadi kecelakaan sebagai akibat tidak diaturnya arus lalu lintas di perlintasan empat arah tersebut. Dengan adanya lamer, mereka berharap lalu lintas bisa tertib dan kecelakaan dapat terhindarkan. “Saya menyambut baik adanya lampu merah di Ciporang. Mudah-mudahan lalu lintas jadi lebih teratur di perempatan Ciporang ini, karena sering juga terjadi kecelakaan,” kata Didin, salah seorang warga yang setiap hari melewati perempatan Ciporang, Rabu (15/1). Meski ada sedikit kemacetan baik dari arah Cijoho, Ancaran, Kedungarum dan kampus 1 Uniku, namun menurutnya dishub sudah tepat menerapkan lampu merah di perempatan Ciporang tersebut untuk keselamatan para pengendara. “Coba saja waktu belum ada lampu merah, kadang kita berebut saling cepat untuk menyeberang, saling mendahului, sampai pernah ada yang ribut segala. Yang celaka juga sering, ada juga yang tabrakan sampai meninggal dunia,” ujarnya, diiyakan rekan dia sesama pengguna Jalan Ciporang, Syamsu. Berbeda dengan Didin dan Syamsu, pengendara lainnya justru mengeluh karena keberadaan lampu merah Ciporang justru memacetkan jalan. Hal itu sebagaimana disampaikan Rudi Idham Malik, pengendara yang juga nyaris tiap hari melewati perempatan Ciporang. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena lamer Ciporang menjadi penyebab adanya kemacetan yang cukup panjang saat ini. “Saya sangat kecewa dengan adanya pemasangan lampu merah di jalur simpang empat Ciporang, karena memicu kemacetan yang cukup panjang dan tidak efektif. Sebelum adanya traffic light di sana, nggak ada kemacetan, paling di jam-jam tertentu saja, itu juga hanya sebentar. Saya lihat sendiri uji coba ini banyak yang mengeluh,” keluh Rudi. Ia mempertanyakan pihak dishub kenapa traffic light yang berada di simpang Terminal Kertawangunan yang merupakan lokasi membahayakan, justru malah tidak diaktifkan. Untuk itu, Rudi meminta agar dishub dapat mengevaluasi keberadaan lampu merah di simpang empat Ciporang tersebut karena dirasanya tidak efektif. “Justru yang dipasang di simpang Terminal Kertawangunan kok nggak diaktifkan. Yang bahaya justru di sana, karena kalau mau menuju arah utara atau sebaliknya, itu agak kagok lah. Saya harap pihak dishub bisa mengevaluasi lagi mengenai hal ini dari segi efektivitasnya,” harap Rudi. Sementara itu, penerapan traffic light di simpang empat Ciporang saat ini baru dalam masa uji coba sejak Senin (13/1) lalu. Penerapan lampu merah di jalan provinsi ini sempat diusulkan masyarakat beberapa waktu lalu, mengingat saat itu cukup sering terjadi kecelakaan. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan secara langsung dan terperinci dari dishub terkait pemasangan lampu merah di perempatan Ciporang. (muh)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: