Yamaha_detail

117 Siswa Berkebutuhan Khusus Bersaing di O2SN Kabupaten Kuningan

117 Siswa Berkebutuhan Khusus Bersaing di O2SN Kabupaten Kuningan

Lomba bola bocce H2SN di SLBN Taruna Mandiri -M Taufik-

Radarkuningan.com, KUNINGAN - Sebanyak 117 siswa berkebutuhan khusus dari berbagai SLB di Kabupaten Kuningan beradu kemampuan dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kabupaten Kuningan, Senin (20/6). 

Bertempat di SLB Negeri Taruna Mandiri Sampora, kegiatan O2SN antar siswa SLB ini dibarengkan dengan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) serta Lomba Keterampilan Siswa Nasional (LKSN). Kegiatan ini diikuti oleh 117 siswa berkebutuhan khusus dari 14 SLB baik negeri dan swasta yang ada di Kabupaten Kuningan.

BACA JUGA:Kualitas Udara Kuningan di Kategori Menengah, 4,6 Kali di Atas Panduan WHO

Kepala SLB Negeri Taruna Mandiri Kokoy Kurnaeti mengatakan, kegiatan ini merupakan ajang seleksi bagi para siswa berkebutuhan khusus di bidang olahraga, kesenian dan keterampilan. Total ada 21 cabang lomba yang dikompetisikan, yaitu enam cabang lomba O2SN terdiri dari lomba tolak peluru, bola bocce, tenis meja, bulu tangkis, lompat jauh dan basket. Sementara untuk FLS2N ada delapan cabang lomba di antaranya melukis, desain grafis, MTQ, cipta baca puisi, menyanyi dan pantomim. Sedangkan LKSN melombakan keterampilan merias, membatik, merangkai bunga, tata boga menjahit dan karya kayu.

"Alhamdulillah, dari 14 SLB yang ada di Kabupaten Kuningan semuanya mengirimkan utusan terbaiknya untuk ikut berkompetisi. Selain sebagai seleksi mencari bibit-bibit unggul di bidang olah raga, kesenian dan keterampilan, melalui kegiatan ini juga sebagai ajang mendorong para siswa berkebutuhan khusus untuk berani tampil di depan umum," ungkap Kokoy kepadar Radar.

BACA JUGA:Optimalisasi Teknologi Digital, BRI Terus Tingkatkan Bisnis Wealth Management

Setiap juara dari cabang lomba tersebut, kata Kokoy, selain akan mendapatkan hadiah, juga akan diikutsertakan pada lomba serupa tingkat provinsi Jawa Barat sebagai perwakilan Kabupaten Kuningan. Dia berharap, dari kegiatan ini akan menghasilkan atlet-atlet berbakat yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Kuningan di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.

"Mudah-mudahan dari kegiatan ini akan memunculkan bibit unggul yang akan mengharumkan nama Kabupaten Kuningan di tingkat nasional bahkan internasional. Ini akan menjadi pembuktian kepada masyarakat luas, bahwa penyandang disabilitas juga bisa berkarya dan berprestasi," ungkap Kokoy, kepala sekolah yang juga penyandang tuna netra. 

BACA JUGA:Wanita Ini Nyaris Tenggelam di Sungai Aare, Sehari Sebelumnya Ada Korban Hilang

Melalui kegiatan ini, Kokoy berharap bisa menjadi motivasi untuk para guru dan juga siswa berkebutuhan khusus untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Namun jangan lupa untuk tetap mengikuti semua program pembelajaran di sekolah dengan baik. 

"Untuk para orang tua, kami juga berpesan untuk selalu memberikan dukungan untuk anak-anak berkebutuhan khusus agar dapat disekolahkan dan tidak usah malu lagi. Karena dari kekurangan mereka, pasti ada kelebihan yang bisa diasah sehingga bisa menjadi pribadi yang berprestasi sama seperti anak lainnya," pungkas Kokoy. (fik)

Sumber: