Alasan Mengapa Majalengka Menjadi Kota Terpanas di Indonesia

Alasan Mengapa Majalengka Menjadi Kota Terpanas di Indonesia

Kabupaten Majalengka menjadi kota terpanas di Indonesia karena faktor angin kumbang dan musim kemarau.-Istimewaq-radarkuningan.com

MAJALENGKA, RADARKUNINGAN.COMMAJALENGKA selain mendapatkan julukan Kota Angin, daerah ini juga ternyata menempati posisi teratas sebagai daerah dengan suhu terpanas di Indonesia.

Majalengka adalah sebuah kabupaten yang berlokasi di Jawa Barat, Indonesia. Sebagian daerahnya berada di dataran tinggi, dan sisanya di dataran rendah.

Meskipun dikenal dengan sebutan Kota Angin karena angin kencangnya, pada musim kemarau, Majalengka juga mengalami cuaca panas dengan suhu udara lebih dari 38 derajat celcius, sehingga daerah ini menjadi salah satu wilayah terpanas di Indonesia.

Sepanjang Oktober 2023, Majalengka, Jawa Barat, tercatat beberapa kali menjadi kota dengan suhu tertinggi di Indonesia. 

BACA JUGA:Waktu tempuh ke Bandara Kertajati dari Berbagai Daerah di Jawa Barat, Lebih Singkat daripada ke Soetta

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara di Majalengka mencapai lebih dari 38,4 derajat Celsius.

Sebagai akibatnya, Kabupaten Majalengka berada di peringkat pertama sebagai daerah dengan suhu tertinggi di Indonesia.

Suhu mencapai 38,4 derajat Celsius pekan lalu, mencatat rekor tertinggi selama musim kemarau ini. 

Bahkan, suhu ini menduduki peringkat pertama dalam data pemantauan yang dilakukan di 20 stasiun BMKG di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:Mengenal Pangeran Madrais, Pencetus Agama Djawa Sunda dari Cigugur Kuningan

Kenaikan suhu maksimum di daerah Majalengka disebabkan oleh pergerakan semu matahari yang terjadi antara bulan September hingga Oktober 2023.

“Posisi matahari selama periode ini berada di atas Indonesia, terutama Pulau Jawa, sehingga menyebabkan suhu udara menjadi lebih tinggi," kata Ahmad Faa Iziyn, Pelaksana Tugas Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, belum lama ini.

Selain itu, Ahmad juga menyebutkan bahwa faktor-faktor lingkungan sekitar juga dapat mempengaruhi peningkatan suhu di Majalengka dalam beberapa waktu terakhir.

Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, menjelaskan bahwa kenaikan suhu di Majalengka disebabkan oleh angin Fohn, yang juga dikenal sebagai angin jatuh panas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: