Harimau Jawa yang Lekat dengan Leluhur dan Kerap Dikaitkan dengan Hal Mistis

Harimau Jawa yang Lekat dengan Leluhur dan Kerap Dikaitkan dengan Hal Mistis

Harimau Jawa yang kerap dikaitkan dengah hal mistis. Foto dokumentasi dari pemburu yang didapatkan Peduli Karnivor Jawa.-Peduli Karnivor Jawa for-radarkuningan.com

RADARKUNINGAN.COM - Harimau Jawa bagi masyarakat kerap dikaitkan dengan hal mistis dan leluhur. Bahkan terdapat beberapa nama lokal untuk spesies Panthera Tigris Sondaica ini.

Di Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan misalnya. Masyarakat kerap mengaitkan kemunculan Harimau Jawa dengan alih rupa leluhur Raja Sunda yakni Prabu Siliwangi.

Dalam kisah terkait masa akhir kejayaan dari Sri Baduga Maharaja memang disebutkan moksa, ada juga versi yang menyebutnya alih rupa menjadi Harimau Jawa.

Karenanya dari beberapa kali kunjungan wartawan ke Kabupaten Subang dan daerah sekitarnya, perjumpaan dengan Harimau Jawa kerap kali dimaknai hal mistis.

BACA JUGA:Harimau Sunda, Dulu Raja Hutan Gunung Ciremai, Kini Tinggal 1 Jenis yang Masih Bertahan

Masyarakat bahkan meyakini kalau Harimau Jawa sudah punah dan tidak ada lagi di hutan yang berada di sekitar mereka.

Kalaupun ada hanya tersisa jenis Macan Tutul, itu pun jumlahnya diyakini hanya tinggal sedikit.

Peneliti Harimau Jawa, Didik Raharyono, barangkali satu dari sedikit orang yang masih mempertahankan opini bahwa spesies tersebut masih ada.

Sampai dengan saat ini, Didik Raharyono masih berjuang mengumpulkan bukti-bukti keberadaan karnivora besar itu.

BACA JUGA:Tahapan Seleksi Terbuka JPT Pemkab Kuningan, Dua Hari Peserta Jalani Tes Wawancara di Depan Tim Pansel

Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta itu mengakui, bahwa Harimau Jawa memang erat dengan leluhur masyarakat.

Hewan ini sangat dihormati. Bahkan memiliki beberapa sebutan seperti Si Mbah, Mbahe, Kiaine hingga buyut. Sebutan lain adalah boro, dawuk, nyambuq, dan dengong serta masih banyak lainnya.

Pencarian jejak dari Harimau Jawa juga pernah dilakukan sekitar tahun 2010 di wilayah Kabupaten Kuningan yakni areal hutan sekitar Desa Hantara hingga Karangkancana dan Gunung Tilu.

Beberapa bukti yang coba dikumpulkan adalah bekas cakaran di pohon hingga temuan lainnya. Namun yang paling signifikan ketika itu adalah bekas cakar yang berukuran besar di pohon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: